BUMN Agrinas Pangan Nusantara, pelaksana utama pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Indonesia, akan mengimpor 105 ribu unit kendaraan komersial dari India tahun ini. Keputusan tersebut memicu gelombang protes dari berbagai pihak!Karuan saja, kegiatan impor itu dilakukan ketika pasar otomotif di Indonesia sedang lesu-lesunya. Bukannya menguatkan market nasional, BUMN tersebut justru membawa masuk kendaraan dari luar negeri. Tahun lalu, penjualan pikap di Indonesia hanya tembus 107 ribuan unit. Angka itu hanya 2 ribuan unit lebih banyak dibandingkan total pikap India yang direncanakan masuk ke Tanah Air.Mahindra & Mahindra Ltd resmi menghadirkan lini produk terbaru mereka, Scorpio Pikup Single Cab dan Scorpio Pikup Double Cab. Dua mobil ini bakal dipasarkan oleh distributor RMA Group. Foto: Luthfi AnshoriMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia sebenarnya sudah sanggup memproduksi pikap dengan kapasitas besar. Sebab, menurutnya, ada banyak produsen pikap di dalam negeri, misalnya seperti Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Suzuki dan lainnya."Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2).Menurut Agus, pabrik kendaraan komersial di Indonesia mampu memproduksi hingga 1 juta unit kendaraan setahun. Sehingga, dengan permintaan yang hanya berkisar 10-15 persen, keputusan mengimpor kendaraan dari luar dianggap tak bijak.Sebagai catatan, ada dua produsen India yang diketahui akan mengimpor pikap untuk proyek Kopdes Merah Putih di Indonesia, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.Secara rinci, Mahindra bakal mengirim 35 ribu unit pikap Scorpio tahun ini, sementara Tata Motor akan memasok 70 ribu unit pikap Yodha dan Ultra T.7. Pesanan itu diklaim terbesar yang pernah diterima perusahaan.Pasar Otomotif Secara Umum LesuNew Suzuki Carry. Foto: Doc. SISSecara wholesales, penjualan pikap di Indonesia tahun lalu mencapai 107.008 unit. Nominal itu naik sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 101.572 unit. Meski ada kenaikan tipis, namun jumlah itu masih jauh lebih rendah dibandingkan kapasitas produksi di Tanah Air.Di luar pickup, penjualan mobil di Indonesia secara umum sedang lesu-lesunya. Menurut data Gaikindo, secara wholesales, hanya ada 803 ribuan unit mobil yang terjual tahun lalu. Selain turun 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka itu juga menjadi level terendah sejak pandemi COVID-19.Tahun ini, penjualan mobil di Indonesia juga diprediksi masih penuh tantangan. Sebab, selain daya beli yang masih lemah, insentif untuk sektor otomotif juga dihentikan pemerintah.