BMW melakukan penarikan kembali (recall) hingga 575.000 kendaraan di seluruh dunia akibat potensi masalah pada komponen motor starter. Kampanye ini mencakup berbagai model dan pasar, termasuk kendaraan yang beredar di Indonesia. Sebelumnya, BMW mengidentifikasi adanya keausan dini pada komponen motor starter yang berpotensi membuat mesin sulit dihidupkan. Dalam kondisi tertentu yang sangat jarang terjadi, komponen tersebut juga bisa memicu risiko kebakaran saat mesin dinyalakan atau ketika kendaraan sedang beroperasi. Komponen starter yang menjadi fokus penarikan diketahui dipasok oleh Valeo. Investigasi dilakukan setelah beberapa kasus kebakaran kendaraan dilaporkan, termasuk dua unit BMW 3 Series dan satu BMW 4 Series di pasar global. Penelusuran menemukan adanya penumpukan material logam di ruang relay listrik akibat gesekan berlebih. Sejumlah model yang terdampak adalah model-model 2 Series Coupe (G42), 3 Series (G20/G21/G28), 4 Series (G22/G23/G26), 5 Series (G30/G31), 6 Series Gran Turismo (G32), 7 Series (G11/G12), X3 (G01), X4 (G02), X5 (G05), X6 (G06) dan Z4 (G29). BMW Seri 7 yang tahun ini akan menjadi fokus untuk dikomunikasikan, bersama high end sedan lainnya. Lantas bagaimana dengan unit yang dijual di Indonesia, apakah turut terdampak? Melalui keterangan resmi, BMW Group Indonesia memastikan kampanye layanan preventif tersebut juga berlaku untuk sejumlah terbatas kendaraan di Tanah Air. “BMW Group Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan standar keselamatan, kualitas, dan pengalaman berkendara terbaik bagi seluruh pelanggan. Sejalan dengan pemantauan kualitas yang dilakukan secara berkesinambungan, BMW AG tengah melaksanakan kampanye layanan preventif secara global untuk sejumlah terbatas kendaraan BMW, termasuk kendaraan di Indonesia,” ujar Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026). BMW menjelaskan, kendaraan yang berpotensi terdampak menggunakan komponen starter tertentu yang diproduksi antara Juli 2020 hingga Juli 2022. Berdasarkan pemeriksaan kualitas internal, setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu dengan frekuensi tinggi, salah satu komponen di dalam motor starter dapat mengalami keausan sehingga mesin menjadi lebih sulit dinyalakan. Meski demikian, BMW menegaskan tidak terdapat laporan insiden di Indonesia terkait kondisi tersebut. Kampanye ini dilakukan secara proaktif sebagai langkah preventif untuk menangani potensi masalah sejak dini serta menjaga kepercayaan pelanggan. BMW & Mini Retail Next Showroom Sebagai tindak lanjut, BMW Group Indonesia akan mengganti motor starter pada kendaraan yang terdampak. Untuk unit tertentu, pabrikan juga melakukan penggantian baterai dengan versi yang telah disesuaikan dengan starter terbaru. Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar BMW dan tidak dikenakan biaya kepada pelanggan. Proses perbaikan umumnya membutuhkan waktu hingga dua jam, tergantung tipe kendaraan. Pelanggan yang unitnya termasuk dalam kampanye ini akan dihubungi langsung oleh diler resmi BMW untuk menjadwalkan servis. Selama proses berlangsung, diler juga memberikan panduan individual guna memastikan kenyamanan dan kemudahan pelanggan. BMW turut mengimbau pemilik kendaraan untuk tidak meninggalkan mobil tanpa pengawasan dalam kondisi mesin menyala setelah proses menghidupkan mesin, terutama saat menggunakan fitur remote engine start. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan BMW Group Indonesia melalui hotline, WhatsApp, email, atau langsung ke diler resmi dengan menyiapkan 17 digit Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang