Baru-baru ini terjadi kecelakaan nahas ketika sebuah mobil Jetour ditabrak dari belakang oleh mobil BMW hingga terbakar. Keduanya sedang melewati bahu jalan, mobil Jetour yang ditabrak dari belakang sampai terpental hingga terbakar hebat.Kobaran api melahap Jetour T2 usai terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil BMW di KM 31 Tol Jagorawi. Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli mengungkap, kecelakaan tersebut terjadi saat kedua mobil melintas menuju arah Jakarta. Saat kejadian keduanya sedang melewati bahu jalan.Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Jetour melaju di bahu jalan. Tak berselang lama, muncur mobil BMW dari belakang yang juga melaju di bahu jalan. Jetour ditabrak dari belakang hingga terpental dan menghantam pembatas jalan. Jetour T2 itu pun terbakar hebat. Penghuni mobil Jetour dengan cepat keluar dari mobil. "Kendaraan 1 (Jetour) berjalan di bahu kiri, kemudian datang kendaraan 2 (BMW) dari lajur 2 hendak menyalip dari bahu kiri, lanjut menabrak bagian kanan kendaraan 1 yang mengakibatkan kendaraan 1 terpental ke kiri menabrak guardrail lanjut terbakar," jelas Jajuli dikutip detikNews.Kok bisa sampai terbakar? Menurut Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kebakaran bisa saja terjadi di semua kendaraan akibat benturan kecelakaan. Sebab, api bisa jadi muncul jika tiga unsurnya terpenuhi, yaitu bahan bakar atau material, panas atau percikan api dan oksigen."Prinsipnya api timbul jika ada unsur oksigen, fuel atau material dan panas akibat gesekan. Jika mobil digunakan sesuai aturan keselamatan jalan raya pasti risiko-risiko bahaya kebakaran bisa diminimalisir," kata Sony kepada detikOto, Selasa (3/2/2026).Makanya, menurut Sony, jika mau selamat di jalan sebaiknya menggunakan pola pikir yang sehat. Pakai pola pikir sehat dengan mematuhi aturan lalu lintas akan menghasilkan kebiasaan yang baik tidak akan melanggar lewat bahu jalan dan mengambil keputusan yang benar."Ngebut aja sudah haram, apalagi lewat bahu jalan. Bahu jalan bukan untuk nyusul. Karena licin, sempit, beda layer (beda ketinggian) dan blind spot di kiri," ujar Sony.Jetour Masih InvestigasiJetour Indonesia mengakui masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait kecelakaan dan kebakaran mobil Jetour T2 itu. Hasil investigasi akan diungkapkan segera."Hingga saat ini, penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Jetour Indonesia akan menyampaikan hasilnya setelah proses penanganan dan investigasi dinyatakan selesai," ujar President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang dalam keterangannya dikutip Selasa (3/1/2026).Dalam menangani kasus ini, Jetour Indonesia mengaku bekerja sama dengan pihak berwajib dan instansi terkait lainnya. Hal ini dilakukan agar informasi yang didapat bersifat transparan, lengkap, dan terverifikasi sesuai standar global."Jetour Indonesia bekerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh informasi yang diperoleh bersifat lengkap dan terverifikasi," kata Peter."Perusahaan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan standar dan prosedur global setelah hasil resmi tersedia," tambah dia."Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi proses investigasi dan merujuk pada informasi yang telah terverifikasi dari pihak terkait serta JETOUR Indonesia," pungkasnya.