BMW melakukan langkah besar di level global. Pabrikan asal Jerman itu mengumumkan recall terhadap sekitar 575 ribu unit mobil di berbagai negara akibat potensi risiko kebakaran yang bersumber dari sistem starter.Recall ini bersifat global dan berbasis VIN (Vehicle Identification Number), artinya tidak semua unit dari model terkait otomatis terdampak.Isunya memang tidak terdengar sepopuler masalah baterai atau sistem bahan bakar, tapi secara teknis dampaknya bisa serius. Dilansir dari BMW Blog, pabrikan asal Jerman ini menemukan adanya potensi kesalahan produksi pada starter motor, tepatnya di bagian magnetic switch.Komponen ini, dalam kondisi tertentu, terutama pada kendaraan dengan frekuensi start mesin yang tinggi, dapat mengalami keausan berlebih.Gejala awalnya terbilang ringan, yakni mesin terasa lebih sulit dinyalakan atau bahkan gagal start. Namun pada skenario terburuk, abrasi logam di dalam magnetic switch dapat memicu hubungan arus pendek.Korsleting tersebut berpotensi menimbulkan panas terlokalisasi pada area starter, yang dalam kondisi ekstrem bisa berkembang menjadi risiko kebakaran, bahkan saat mobil sedang digunakan.Komponen starter yang menjadi perhatian diproduksi dalam rentang waktu sekitar Juli 2020 hingga Juli 2022, meski pemasangannya bisa saja terjadi setelah periode tersebut.BMW 320i M Sport meluncur di IIMS 2025 Foto: Muhammad Hafizh GemilangModel yang masuk daftar cukup luas dan mencakup lini-lini populer BMW:- 2 Series Coupé (G42)- 3 Series (G20/G21/G28)- 4 Series (G22/G23/G26)- 5 Series (G30/G31)- 6 Series Gran Turismo (G32)- 7 Series (G11/G12)- X3 (G01)- X4 (G02)- X5 (G05)- X6 (G06)- Z4 (G29)Dari daftar tersebut, ada roadster Z4 model G29 yang juga terdampak. Artinya kembarannya, Toyota Supra generasi terbaru berpotensi masuk dalam cakupan karena berbagi basis teknis dengan BMW.Sebagai langkah perbaikan, BMW akan mengganti unit starter pada kendaraan yang teridentifikasi bermasalah.Dalam beberapa kasus, baterai juga akan diganti apabila ditemukan indikasi kerusakan akibat panas berlebih. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam di bengkel resmi.Sambil menunggu proses perbaikan, BMW menyarankan pemilik kendaraan terdampak untuk tidak membiarkan mobil menyala tanpa pengawasan, terutama setelah menggunakan fitur remote start.Rekomendasi ini bersifat preventif guna meminimalkan risiko jika terjadi overheat pada sistem starter.Sebelumnya, BMW di Amerika Serikat juga telah mengajukan recall terpisah untuk puluhan ribu unit dengan isu serupa.Meski belum ada konfirmasi resmi bahwa kedua kampanye tersebut identik. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komponen kecil sekalipun, seperti magnetic switch pada starter, memiliki implikasi keselamatan yang signifikan.Dalam sistem otomotif modern yang semakin kompleks, satu titik kegagalan pada sistem kelistrikan dapat berkembang menjadi risiko serius apabila tidak ditangani sejak dini.Bagi pemilik BMW, langkah paling rasional adalah segera mengecek nomor rangka kendaraan melalui kanal resmi di masing-masing negara dan menjadwalkan kunjungan ke dealer jika terindikasi terdampak.Dalam konteks ini, recall bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya mitigasi risiko untuk menjaga standar keselamatan tetap terjaga.Mengingat adanya program recall secara global, pemilik BMW di Tanah Air dapat melakukan pengecekan VIN number-nya di laman resmi Techincal Update BMW Indonesia.Di sisi lain, BMW Indonesia juga punya kampanye Relax. We Care. Di mana, merek premium yang sudah lama bermain di industri otomotif Indonesia ini selalu proaktif untuk kenyamanan dan keselamatan konsumennya.