Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, memberikan perkembangan terbaru terkait pembangunan pabrik dan rencana produksi mobil di Indonesia. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa perusahaan telah mengantongi sejumlah sertifikasi penting dari pemerintah pada akhir 2025. Setelah itu, BYD mulai memasuki tahap pengujian dan penyelarasan proses produksi pada awal tahun ini. “Di akhir tahun 2025 kami sudah mendapatkan sertifikasi yang penting dari pemerintah. Mulai dari kuartal pertama kami memulai tes dan penyelarasan produksi,” kata Eagle, saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026). Menurut Eagle, proses tersebut dilakukan untuk memastikan setiap model kendaraan yang nantinya diproduksi di Indonesia tetap memenuhi standar global yang diterapkan BYD. “Tujuannya sangat sederhana, setiap model yang kami produksi harus sesuai dengan standar global,” ujar Eagle. Selain itu, BYD juga menegaskan komitmennya untuk segera menghadirkan kendaraan listrik yang diproduksi langsung di Indonesia. BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 54.000 unit sepanjang Januari-Desember 2025. Ia mengatakan perusahaan saat ini berupaya mempercepat proses internal agar produk buatan Indonesia dapat segera diluncurkan ke pasar. “Secara internal kami juga berusaha secepatnya mengeluarkan produk made in Indonesia,” kata dia. Meski demikian, Eagle belum merinci secara detail jadwal resmi dimulainya produksi massal kendaraan BYD di dalam negeri. Namun, ia memastikan perusahaan akan menyampaikan informasi tersebut secara terbuka ketika seluruh proses persiapan telah selesai. Hadirnya fasilitas produksi BYD di Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produk yang dipasarkan di Tanah Air. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang