Perjalanan Tim Merapah Trans Jawa 2026 menggunakan Honda Step WGN e:HEV di jalur padat pemudik memberikan gambaran menarik soal kenyamanan sebuah MPV keluarga. Setelah bermalam di Cilegon, Banten, mobil ini kembali diajak melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tol Tangerang–Merak. Jalur utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan akses penyeberangan menuju Sumatra, atau sebaliknya. Honda Step WGN e:HEV saat Merapah Trans Jawa 2026 Kondisi jalan di ruas tol tersebut ternyata sedang kurang bersahabat. Di beberapa titik, pengendara harus berhadapan dengan permukaan jalan yang rusak bahkan lubang berukuran cukup besar. Kerusakan ini memaksa pengemudi sering melakukan manuver zig-zag untuk menghindar. Situasi tersebut tentu berisiko, terlebih karena jalur ini juga ramai dilintasi kendaraan besar seperti truk dan bus. Kerusakan jalan bahkan bisa ditemui sejak kawasan Merak hingga arah Tangerang. Tidak hanya di lajur kiri, lubang juga muncul di lajur kanan yang seharusnya menjadi jalur untuk mendahului. Tim Merapah Trans Jawa 2026 saat menyambangi Pelabuhan Merak dengan Honda Step WGN e:HEV Kondisi ini membuat sebagian kendaraan berat terpaksa berpindah lajur, karena lajur kiri sudah terlalu rusak. Namun, di tengah kondisi jalan yang kurang ideal itu, kenyamanan kabin Step WGN e:HEV masih terasa terjaga. Ketika mobil tidak sengaja melindas lubang, bantingan dari kombinasi suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang tetap terasa lembut. Ruas tol Tangerang-Merak masih dalam perbaikan jalan jelang mudik Lebaran 2026 Guncangan yang biasanya membuat perut terasa diaduk atau memicu sakit pinggang dapat diredam dengan cukup baik. Hal tersebut membuat MPV berkonsep high roof ini masih terasa nyaman digunakan untuk perjalanan jauh, bahkan ketika harus melewati jalan tol yang kondisinya tidak sempurna. Ujian berikutnya datang saat mobil memasuki Tol Layang MBZ. Jalur layang ini sering dijadikan patokan untuk menilai kualitas suspensi mobil, karena memiliki banyak sambungan jembatan yang bisa memicu getaran atau guncangan pada kendaraan. Honda Step WGN Di sini, Step WGN e:HEV kembali menunjukkan karakter suspensinya yang tenang. Mobil masih terasa stabil saat melindas sambungan jalan, bahkan ketika melaju hingga kecepatan sekitar 100 kpj. Bagi penumpang belakang, potensi rasa mual atau tidak nyaman juga terasa minim. Hal ini cukup penting, mengingat mobil keluarga seperti ini biasanya digunakan untuk perjalanan jauh bersama seluruh anggota keluarga. Dengan banderol Rp 637,8 juta per Maret 2026, kenyamanan yang ditawarkan terasa sepadan. Bahkan bisa dibilang, mobil ini jadi salah satu MPV Honda dengan artikulasi sokbreker paling nyaman. Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). Mulai jalan rusak di Tol Tangerang–Merak hingga sambungan beton di Tol Layang MBZ, Honda Step WGN e:HEV mampu menjaga kualitas bantingan tetap halus dan stabil sepanjang perjalanan. Sebagai informasi, program ini bisa bergulir berkat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Asosiasi Tol Indonesia, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Honda Prospect Motor, ASTRA Infra, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, hingga Waskita Toll Road. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang