Jasa Marga memprediksi lonjakan perjalanan saat mudik Lebaran 2026 bakal terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang. Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengatakan bahwa pergerakan pemudik diperkirakan mulai meningkat sejak pertengahan Maret hingga mendekati akhir bulan. “Sebenarnya prediksinya itu full ya di antara tanggal 13-29 Maret. Kenapa? Karena momentum dua minggu ini sangat-sangat bagus. Orang bisa berangkat hari Jumat (13/3), pulangnya juga masih di Maret,” kata Rivan di Kantor JMTC, Jatiasih, Bekasi (9/3/2026). Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). Menurutnya, panjangnya periode libur membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk memulai perjalanan mudik. Kondisi ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga tidak terpusat pada satu atau dua hari tertentu. Meski demikian, Jasa Marga tetap memprediksi ada beberapa tanggal yang berpotensi menjadi puncak pergerakan kendaraan. Salah satunya adalah tiga hari sebelum Hari Raya. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. “Dan nanti juga ada tanggal 18 (Maret), yaitu hari H-3. Nah, hari itu, tanggal 18, kemudian nanti juga H-3 yang sekitar tanggal 24 (Maret) kemungkinan akan ramai. Nah ini yang harus diantisipasi,” ujarnya. Dengan adanya libur yang relatif panjang, Rivan menilai distribusi perjalanan pemudik bisa menjadi lebih merata. Masyarakat juga memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan perjalanan agar lebih nyaman. “Masyarakat bisa memilih kapan berangkat dan bisa menikmati waktunya. Jadi persiapannya juga panjang, karena mulai tanggal 13 (Maret) sudah bisa berangkat dan pembagian waktunya cukup bagus,” kata dia. Situasi one way arus balik menuju Jakarta di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Senin (7/4/2025). Karena itu, ia menilai arus mudik tahun ini tidak bisa dibagi secara tegas menjadi dua gelombang arus mudik dan balik seperti yang sering diprediksi sebelumnya. “Sebetulnya tidak bisa didefinisikan dua gelombang. Karena semuanya sebenarnya sama saja. Hanya saja ada yang ingin mudiknya panjang atau yang pendek,” ucap Rivan. Ia menambahkan bahwa masyarakat di Pulau Jawa umumnya memilih waktu mudik yang lebih lama karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga di kampung halaman. Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). Rivan juga mengingatkan bahwa momen silaturahmi tidak harus selalu dilakukan tepat pada hari Lebaran. Menurutnya, masyarakat bisa datang lebih awal dan memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, termasuk berbuka puasa bersama. “Jadi sebetulnya supaya distribusinya bagus dan masyarakat juga lebih nyaman,” kata Rivan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang