Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, secara resmi menyatakan arus mudik Lebaran 2026 telah berakhir. Hal ini seiring dengan ditetapkannya Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada 21 Maret 2026. Selanjutnya, Aan mengingatkan masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta atau kota keberangkatan untuk menghindari waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran. "Yang harus diingat adalah kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 24 Maret 2026," ucap Aan dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026). Berdasarkan data Jasa Marga, pada 18 Maret 2026 terjadi puncak arus mudik tertinggi sepanjang sejarah. Kendaraan pemudik memadati jalur Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). Satlantas Polres Bogor mencatat puncak arus mudik di jalur Puncak Bogor terjadi pada H-3 Lebaran yang didominasi pemudik menuju wilayah Selatan Jawa Barat seperti Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/agr Adapun jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama, mencapai lebih dari 270.000 kendaraan. Sebagian besar kendaraan yang keluar dari Jakarta tersebut mengarah ke Tol Trans-Jawa, yakni lebih dari 50 persen. Arus lalu lintas di Km 46 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Kamis (19/3/2026) pukul 06.30 WIB. "Melihat arus mudik, dengan adanya kebijakan WFA, pemudik diharapkan dapat mengatur waktu kepulangan ke Jakarta sebelum atau setelah 24 Maret 2026 agar dapat mengurai puncak arus balik, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, serta menghindari penumpukan kendaraan di jalan," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang