Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi sekitar H-2 dan atau H-3 sebelum Lebaran. Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026. “Ya, memang untuk puncak arus mudiknya sendiri kurang lebih nanti pada tanggal 18 (Maret 2026). Namun, prediksi tersebut tentunya menjadi dasar agar pemerintah bisa menekan potensi kemacetan,” kata Yusuf yang dimintai keterangan, di Jakarta, akhir pekan lalu. Kondisi arus lalu lintas di Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, pada musim mudik dan balik Lebaran 2025. Kawasan Pasar Cipanas merupakan salah satu trouble spot jalur mudik dan balik Lebaran. Menurut Yusuf, pemerintah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas pun telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah jalur utama. Salah satunya melalui penerapan berbagai skema rekayasa lalu lintas di jalur-jalur yang berpotensi padat. “Pemerintah juga berupaya melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui pelaksanaan mudik bareng seperti ini ataupun penerapan rekayasa lalu lintas lainnya,” ujar Yusuf. Jalan Tol Sigli–Banda Aceh “Misalnya melalui implementasi sistem satu arah, ganjil genap, serta pembatasan-pembatasan lalu lintas lainnya,” kata Yusuf. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan berbagai langkah pengendalian arus mudik dan balik tahun ini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang