Menjelang arus mudik Lebaran, rest area di berbagai ruas tol biasanya menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi pemudik. Karena itu, pengelola rest area perlu memastikan kenyamanan konsumen tetap terjaga, termasuk dalam hal harga makanan dan minuman agar tidak terjadi praktik “getok harga”. Salah satu langkah penting yang dilakukan pengelola adalah mewajibkan setiap tenant atau pelaku UMKM mencantumkan daftar harga secara jelas. Jasamarga Toll Trans Jawa meniagakan 42 rest area di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui harga sebelum membeli dan menghindari potensi kesalahpahaman. Facility Coordinator Rest Area Travoy KM 88, Frince Rajagukguk, mengatakan bahwa transparansi harga memang menjadi salah satu hal yang sering dikeluhkan pengunjung di rest area, terutama saat musim libur panjang. “(Harga minuman/makanan) itu sering jadi komplain. Waktu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjabat, beliau meminta dasar harga dicek. Kami mewajibkan setiap tenan memiliki daftar harga,” ujar Frince kepada Kompas.com (8/3/2026). Rest Area Heritage Km 260B Banjaratma di Jalan Tol Pejagan-Pemalang arah Jakarta “Saat Lebaran pun harga tidak boleh naik sembarangan, maksimal kenaikan wajar hanya Rp 1.000 sampai Rp 2.000,” kata dia. Menurutnya, pengawasan harga seperti ini penting agar konsumen tetap merasa nyaman saat beristirahat di rest area, terutama di tengah perjalanan jauh saat mudik. Selain pengawasan harga, pengelola rest area juga perlu memahami kebutuhan utama pengunjung. Rest Area Travoy KM 88A Jalan Tol Cipularang Berdasarkan pengalaman di lapangan, banyak pengguna jalan tol yang datang ke rest area hanya untuk beristirahat sejenak, membeli minuman, atau sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan. “(Paling laris) standarnya kopi, minuman dan makanan. Kalau oleh-oleh justru tidak terlalu laris di sini karena orang tujuannya ke Bandung, di mana di sana sudah banyak makanan. Kebanyakan yang mampir ke sini hanya untuk istirahat atau sekadar hang out,” ucap Frince. Karena itu, fasilitas dasar seperti area duduk yang nyaman, toilet bersih, hingga pilihan makanan dan minuman yang terjangkau menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pengunjung. Fasilitas SPKLU rest area KM 43 Di sisi lain, pengelola juga terus melakukan pengembangan fasilitas untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan rest area. Selain menambah tenant dan SPKLU, salah satu rencana yang tengah disiapkan di kawasan Rest Area Travoy KM 88 adalah penambahan jalur putar balik di dalam area rest area. “Oh iya, di 88B rencananya tahun ini akan diadakan jalur yang bisa putar balik di dalam rest area agar lebih fleksibel,” kata Frince. Suasana di rest area Km 57 jalan tol Jakarta - Cikampek. Dengan pengawasan harga, transparansi bagi konsumen, serta peningkatan fasilitas, pengelola rest area diharapkan mampu memberikan pengalaman istirahat yang aman dan nyaman bagi para pemudik selama perjalanan Lebaran. Teaser: Pengelola rest area memastikan harga makanan tetap wajar saat mudik Lebaran, dengan aturan daftar harga dan pembatasan kenaikan agar pemudik tak kena “getok harga”. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang