Kepadatan lalu lintas mulai terasa seiring berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Jutaan pemudik bersiap kembali ke aktivitas, sementara rest area di jalan tol kembali menjadi titik rawan penumpukan kendaraan. Sementara itu, untuk mengatasi kepadatan di rest area, pengguna jalan tol bisa keluar tol sejenak untuk beristirahat tanpa harus membayar tarif tambahan. Group Chief Technical Officer Astra Infra, Rinaldi, memberikan edukasi penting mengenai keuntungan sistem transaksi tertutup. Diskon tarif jalan tol Transjawa 20 persen 31 Desember 2025. Dia mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan tempat istirahat serta fasilitas yang terletak tidak jauh dari exit gerbang tol. "Hal ini karena Astra Infra menggunakan sistem transaksi tertutup, pengguna jalan dapat keluar untuk istirahat atau kulineran, lalu masuk kembali tanpa dikenakan tarif tol tambahan,” jelas Rinaldi, dikutip Kompas.com, Sabtu (3/01/2026). Pada ruas tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan (Cipali), dan Jombang–Mojokerto, tarif tol dihitung berdasarkan jarak tempuh dari gerbang masuk hingga gerbang keluar. Jika pengendara keluar tol sementara untuk beristirahat atau mencari makan, biaya yang dibayarkan hanya sesuai jarak yang telah ditempuh. Saat masuk kembali ke tol, perhitungan dimulai dari awal, sehingga total tarif tetap sama seperti berkendara tanpa keluar tol. Dengan memahami cara kerja sistem transaksi tertutup, pemudik tak perlu ragu keluar tol saat rest area penuh. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi kepadatan di dalam tol, tetapi juga memberi kesempatan pengemudi beristirahat dengan lebih aman dan nyaman tanpa menambah biaya perjalanan selama arus balik Nataru 2025/2026. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang