Arus balik Lebaran identik dengan volume kendaraan tinggi di jalan tol, yang membuat risiko insiden di perjalanan ikut meningkat. Salah satu kondisi darurat yang paling ditakuti pengemudi adalah rem blong, terutama saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi di jalur bebas hambatan. Menurut Marcell Kurniawan, Training Director dan Defensive Driving Trainer di Real Driving Centre (RDC), pengemudi harus tetap tenang dan tidak panik ketika menghadapi kondisi ini, karena respons yang tepat bisa meminimalkan risiko kecelakaan yang lebih fatal. “Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan kendalikan arah kendaraan ke area yang lebih aman,” kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (23/3/2026). Ia menjelaskan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara bertahap ketika rem tidak berfungsi normal di jalan tol. Langkah awal adalah mencoba memompa atau “mengocok” pedal rem. Pedal rem dan pedal gas Toyota All New Voxy Cara ini dilakukan untuk mengatasi kemungkinan adanya udara dalam sistem pengereman atau fenomena vapor lock, sehingga tekanan hidrolik bisa kembali bekerja. Jika upaya tersebut belum berhasil, pengemudi disarankan segera menurunkan gigi transmisi atau downshift. Teknik ini akan membantu memperlambat laju kendaraan melalui engine brake, sehingga kecepatan mobil bisa berkurang secara bertahap tanpa mengandalkan rem utama. Ilustrasi tuas rem parkir atau rem tangan Selanjutnya, rem tangan dapat digunakan sebagai bantuan tambahan, namun harus dilakukan secara perlahan dan bertahap. Marcell mengingatkan agar tombol rem tangan tidak dilepas saat ditarik, supaya roda belakang tidak langsung mengunci dan kendaraan tetap stabil. Untuk mobil dengan fitur Electronic Parking Brake (EPB), pengemudi bisa menarik dan menahan tombol EPB. Sistem biasanya akan secara otomatis mengaktifkan fitur pengereman darurat atau emergency braking untuk membantu memperlambat kendaraan. Selain itu, pengemudi juga perlu segera mengarahkan kendaraan ke jalur darurat jika tersedia di ruas tol. Jalur ini memang dirancang untuk kondisi darurat, termasuk saat kendaraan mengalami gangguan teknis seperti rem blong. Jika seluruh cara tersebut belum mampu menghentikan kendaraan, opsi terakhir yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan gesekan. Pengemudi dapat mengarahkan mobil secara perlahan ke pagar pembatas di sisi kiri jalan untuk mengurangi kecepatan. Meski demikian, langkah ini hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir karena tetap berisiko. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk selalu memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan jauh saat arus balik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang