Ruas tol fungsional Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan menjadi salah satu andalan untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026. Namun, berbeda dengan jalan tol pada umumnya, jalur ini tidak beroperasi selama 24 jam penuh dan memiliki jam operasional yang bersifat fleksibel, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan. Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, mengatakan bahwa sejak dibuka pada 19 Maret 2026, tol fungsional ini dioperasikan setiap hari dengan waktu yang tidak selalu sama. Kepadatan di lokasi KM 169-162 tol Cipali saat dilakukan Contra Flow, Kamis sore tadi ( Dok Astra Tol Cipali/Kompas.com) “Saat ini Tol Japek II Selatan sudah dibuka terus, dari tanggal 19 Maret sampai sekarang,” kata Charles, kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026). Ia menjelaskan, secara umum tol ini mulai dibuka pada pagi hari dan akan ditutup menyesuaikan tingkat kepadatan kendaraan di Tol Jakarta–Cikampek. rata dibuka mulai jam 09.00 WIB, (sampai) tergantung kondisi lalu lintas,” ujarnya. Menurutnya, pada periode puncak arus balik, jam operasional bahkan diperpanjang hingga dini hari karena tingginya volume kendaraan. Jalur fungsional tol Japek II Selatan. “Pas H+2 dan H+3 dibuka sampai jam 2 pagi, tapi dua hari belakangan ini (H+4 dan H+5) dibuka sampai 20.00–21.00 WIB saja, karena lalu lintas di Jakarta-Cikampek lancar,” ucap Charles. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengoperasian Tol Japek II Selatan sepenuhnya bersifat situasional. Saat lalu lintas di ruas utama mulai lengang, maka jalur fungsional ini tidak lagi dibuka hingga malam hari. Selain itu, penggunaan tol ini juga dibatasi hanya untuk kendaraan golongan I atau kendaraan pribadi. Tol Japek II Selatan Meski demikian, jalur ini tetap memberikan akses strategis menuju berbagai wilayah penyangga Jakarta, seperti arah Cimanggis–Cibitung, Bogor, BSD, Serpong, hingga Jagorawi. Pengoperasian jalur ini juga mempertimbangkan faktor keselamatan. Dalam kondisi cuaca buruk, seperti hujan deras yang dapat mengurangi jarak pandang, jalur akan ditutup sementara untuk mencegah potensi kecelakaan. Pengendara pun diimbau untuk tetap waspada saat melintasi ruas ini. Selain menjaga kecepatan, pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu lalu lintas yang tersedia. Mengingat kondisi jalan yang masih tergolong baru dan belum sepenuhnya seperti jalan tol operasional pada umumnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang