Cikampek II Selatan diperkirakan akan menjadi salah satu jalur alternatif yang cukup diminati pemudik pada Lebaran 2026. Meski masih berstatus fungsional, ruas ini diproyeksikan akan dilintasi ribuan kendaraan selama periode arus mudik dan balik. Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, mengungkapkan bahwa volume kendaraan yang melintas di ruas ini diperkirakan cukup signifikan, terutama pada periode setelah Hari Raya. Kapan jalur fungsional Tol Japek II Selatan dibuka buat umum? “(Pada periode Lebaran 2025) kalau dari H+1 sampai H+6, total sekitar 15.800 sampai 16.800 kendaraan selama 6 hari. Paling tinggi di H+5, sekitar 4.185 kendaraan dalam satu hari,” ujar Charles, kepada Kompas.com (16/3/2026). Namun demikian, Charles menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat proyeksi dan bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini mengingat status tol yang masih fungsional, sehingga pengoperasiannya sangat bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan. Honda Step WGN e:HEV dalam ajang Merapah Trans Jawa 2026 “(Tahun ini) sulit diprediksi karena sifatnya fungsional, tergantung buka-tutup berdasarkan kondisi,” ucap Charles. “Tapi melihat jumlah pemudik tahun ini meningkat, kemungkinan volumenya lebih besar dari 15.000 kendaraan,” ujarnya. Selain itu, durasi pengoperasian tol fungsional ini juga bisa berubah, tergantung kebutuhan di lapangan. Tol Japek II Selatan jalur fungsional arus balik Lebaran 2025 Charles juga mengatakan, untuk puncak pergerakan kendaraan, diperkirakan akan terjadi pada periode H+1 hingga H+3 Lebaran, dengan titik tertinggi sekitar tanggal 23–24 Maret 2026. Menurutnya, lonjakan arus kendaraan tidak hanya terjadi di hari puncak, tetapi juga pada hari-hari di sekitarnya. “Biasanya satu hari sebelum dan sesudah puncak juga tetap ramai,” kata dia. Dengan proyeksi ini, Tol Japek II Selatan diprediksi akan memainkan peran penting dalam membantu mengurai kepadatan di jalur utama, terutama saat arus balik Lebaran 2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang