Menghadapi lonjakan mobilitas arus balik Lebaran 2026, PT Transjakarta menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan layanan tetap optimal. Dari perpanjangan jam operasional, penambahan armada, hingga penguatan rute terintegrasi dengan stasiun dan terminal dilakukan guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang di akhir Maret. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan bahwa langkah ini difokuskan pada titik-titik kedatangan utama seperti stasiun kereta api dan terminal bus antarkota yang diprediksi menjadi pusat lonjakan arus balik. Sejumlah penumpang turun dari bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (24/3/2026). Dinas Perhubungan DKI Jakarta memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 dengan armada bus terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026 sehingga mereka menyiapkan berbagai layanan tambahan termasuk operasional bus TransJakarta di 14 koridor dan sebagian di antaranya beroperasi selama 24 jam. “Berbeda dari operasional reguler, pada periode 13–29 Maret 2026, Transjakarta menitikberatkan pada konektivitas antarmoda atau first-last mile,” ujar Ayu, dalam keterangan tertulis (26/3/2026). Sebagai bagian dari strategi tersebut, Transjakarta meningkatkan frekuensi layanan pada rute-rute yang terhubung langsung dengan simpul transportasi hingga 20–50 persen dibanding hari biasa. Selain itu, jam operasional juga diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB, dengan penyesuaian pola operasi mengikuti jadwal kedatangan penumpang kereta api dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Arus balik Lebaran 2026 di GT Kalikangkung Sejumlah rute utama yang diperkuat antara lain layanan BRT Koridor 2A (Pulo Gadung–Rawa Buaya via Balaikota), 4D (Pulo Gadung–Kuningan), dan 7F (Kampung Rambutan–Juanda via Cempaka Putih). Selain itu, layanan Angkutan Umum Integrasi (AUI) seperti Tanah Abang–Blok M, Senen–Tanah Abang, hingga Manggarai–Blok M juga mengalami peningkatan kapasitas. Penguatan layanan ini difokuskan pada titik-titik strategis seperti Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, serta Terminal Pulo Gebang. Masyarakat yang hendak berangkat ke kota tujuan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2022). Di lokasi tersebut, Transjakarta memastikan ketersediaan armada lebih banyak sekaligus mempercepat headway untuk menghindari penumpukan penumpang. “Di lokasi tersebut, Transjakarta memastikan ketersediaan armada yang lebih tinggi dari hari biasa, sekaligus mempercepat headway untuk menghindari kepadatan penumpang,” katanya. Selain penguatan rute integrasi, layanan 24 jam tetap dioperasikan pada koridor utama seperti Koridor 2 (Pulo Gadung–Monas), Koridor 4 (Pulo Gadung–Galunggung), Koridor 5 (Kampung Melayu–Ancol), Koridor 11 (Kampung Melayu–Pulo Gebang), dan Koridor 14 (JIS–Senen). Bus Transjakarta Blok M-Bandara Soetta Bahkan, secara khusus dilakukan penambahan 11 unit armada di Terminal Pulo Gebang pada periode 25–27 Maret 2026 sebagai respons terhadap puncak arus balik. “Secara khusus, penambahan 11 unit armada di Terminal Pulo Gebang pada 25 hingga 27 Maret 2026 dilakukan sebagai respons terhadap puncak arus balik,” ucapnya. Ayu menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bentuk penyesuaian dari pola operasional normal menjadi operasi berbasis permintaan selama periode Lebaran. Wajah baru Halte Transjakarta Tanjung Duren, Jakarta Barat usai dilakukan perluasan dermaga, Jumat (26/12/2025) Ia menilai pola pergerakan pelanggan saat arus balik berbeda dibanding hari biasa, sehingga penguatan layanan pada rute-rute terintegrasi menjadi kunci kelancaran mobilitas. “Dengan strategi ini, Transjakarta menegaskan perannya sebagai tulang punggung transportasi perkotaan yang terintegrasi, khususnya dalam momentum mobilitas tinggi seperti arus balik Lebaran,” ujar dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang