PT Kalista Nusa Armada mengatakan akan menambah pasokan kendaraan listrik sebagai transportasi publik, salah satunya untuk layanan Transjakarta. Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista, mengatakan bahwa saat ini perusahaan layanan fleet management dan Fleet as a Service (FaaS) tersebut telah menyuplai sekitar 26 unit bus listrik untuk Transjakarta. Nantinya, kerja sama ini akan ditingkatkan sejalan dengan Transjakarta yang menargetkan 10.000 bus listrik pada tahun 2030. "Kini kendaraan listrik Transjakarta totalnya 500 unit yang telah beroperasi hingga pengujung 2025. Kami sudah suplai 26 unit bus listrik dengan operatornya DAMRI dengan merek Skywell. Tentunya kami akan meningkatkan target," katanya kepada media, Kamis (4/12/2025). Albert menjelaskan bahwa dari total target 10.000 bus listrik Transjakarta, target Kalista adalah 25 persen untuk mengisi komposisi tersebut. Adapun 26 bus listrik yang telah beroperasi sejak Desember 2023 itu telah menempuh jarak 3,3 juta km. Ilustrasi bus listrik DAMRI. "Dari data yang kami kumpulkan, bus-bus tersebut mengefisienkan biaya energi sebesar 73 persen, dan mengurangi emisi gas sebesar 38 persen," katanya. Kemudian, anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY) juga berpendapat bahwa target pengoperasian 10.000 transportasi umum bertenaga listrik di Jakarta dapat tercapai dengan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari melibatkan produsen kendaraan, penyedia infrastruktur pengisian daya, hingga operator layanan transportasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang