Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) hingga contraflow diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Kebijakan ini diberlakukan atas diskresi Kepolisian, dengan tujuan menjaga kelancaran arus selama periode kepadatan. Meski demikian, pengguna jalan diingatkan agar tetap disiplin saat melintas di jalur rekayasa tersebut. Kepatuhan terhadap aturan serta arahan petugas di lapangan menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan, Jasa Marga telah memasang reflector dua sisi pada median barrier. Selain itu, paket rambu lalu lintas juga ditempatkan di akses masuk serta setiap 2,5 kilometer di sepanjang jalur contraflow. Penerapan contraflow di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek , Minggu (22/3/2026) sore dihentikan. Rambu-rambu tersebut meliputi peringatan adanya lalu lintas dua arah, batas kecepatan maksimal 40 kpj, larangan mendahului, hingga pemasangan lampu peringatan (warning light). Tidak hanya itu, ditegaskan pula bahwa lajur contraflow hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pihaknya juga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di sejumlah titik strategis. Selain itu, kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) difungsikan sebagai safety car untuk memastikan kecepatan kendaraan tetap sesuai aturan. “Pada lajur contraflow maupun jalur one way, kami mohon pengguna jalan untuk hindari berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dilarang untuk berpindah lajur, dilarang pindah jalur secara tiba-tiba serta mematuhi batas kecepatan," ujar Rivan, dalam keterangan resminya,Selasa (24/3/2026). Arus balik kendaraan pemudik di Tol Cipali sore ini membludak paska diberlakukannya One Way Nasional ( Foto : KOMPAS.com / Ahya Nurdin) "Jika mengalami kondisi darurat mohon untuk tidak menggunakan bahu jalan sebelah kanan, tapi tetap gunakan bahu dalam/bahu kiri. Apalagi jika di lajur contraflow, jangan sampai menyeberang ke arah berlawanan untuk berhenti di bahu jalan sebelah kanan,” kata Rivan. Rivan menegaskan, disiplin pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan saat melintasi jalur one way maupun contraflow. Oleh karena itu, kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi juga harus diperhatikan sebelum memasuki jalur tersebut. Kendaraan pribadi (kiri) menggunakan jalur rekayasa lalu lintas lawan arah atau contraflow untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 47 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). Pada H-2 Lebaran lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek masih dipadati kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa. “Untuk itu kami mengharapkan kerja sama pengguna jalan untuk mematuhi aturan selama melintasi jalur one way maupun contraflow, termasuk menjaga kecepatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tetap berada pada lajurnya demi keselamatan bersama,” ujarnya. Jasa Marga menambahkan, apabila terjadi perubahan arus lalu lintas secara situasional, pihak kepolisian akan melakukan penyesuaian manajemen operasional dengan mengedepankan aspek keselamatan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang