Pindah-pindah lajur seakan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di jalan tol. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang melakukan manuver ini secara sembarangan, tanpa memperhatikan etika berkendara dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Memotong jalur secara tiba-tiba atau langsung menurunkan kecepatan setelah menyalip adalah contoh perilaku buruk yang kerap memicu perselisihan hingga kecelakaan beruntun di jalan tol. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, sebelum memutuskan untuk berpindah lajur atau menyalip, pengemudi harus selalu memegang tiga prinsip utama, yaitu: Perlu, Benar, dan Aman. Jalan Tol Jakarta-Cikampek "Pertama kita lihat perlu tidak? Kalau enggak perlu, enggak usah. Kalau perlu, benar atau tidak? Artinya kecepatan kita atau lajur kita sudah benar enggak, dibenarkan tidak? Kalau sudah, cek lagi aman tidak? Walaupun kita perlu, benar, tapi tidak aman, ya jangan," tutur Jusri kepada Kompas.com, Minggu (31/5/2026). Jika ketiga prinsip tersebut sudah terpenuhi, Jusri membagikan langkah-langkah atau SOP yang aman secara berurutan ketika ingin berpindah lajur untuk mendahului: Cek Kondisi di Belakang: Pastikan area belakang kendaraan dalam kondisi yang aman sebelum melakukan manuver. Nyalakan Lampu Sein: Berikan indikator lampu sein sebagai tanda komunikasi ke pengendara lain, lalu mulailah menambah kecepatan kendaraan secara bertahap. Pantau Kaca Spion Tengah: Saat sudah berhasil melewati kendaraan yang disalip, jangan langsung memotong jalur ke kiri. Cek roda depan kendaraan yang disalip lewat kaca spion tengah, itu artinya sudah ada jarak aman untuk kembali ke lajur semula. Kembali ke Lajur Semula dengan Mempertahankan Kecepatan: Setelah roda depan mobil yang disalip terlihat di spion tengah, nyalakan sein kiri, cek area kiri kembali, lalu berpindahlah lajur secara halus. Jusri juga memberikan catatan keras mengenai kesalahan fatal yang sering dilakukan pengemudi setelah menyalip, yaitu langsung menurunkan kecepatan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang