Menyalip kendaraan di jalan tol merupakan manuver yang sering dilakukan pengemudi untuk menjaga kelancaran perjalanan. Namun, tindakan ini juga memiliki risiko tinggi apabila tidak dilakukan dengan teknik yang benar. Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya pengemudi yang melakukan lane hogging atau berkendara terus-menerus di lajur kanan tanpa digunakan untuk mendahului. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang melakukan manuver menyalip dalam kondisi yang kurang aman. Rio Octaviano dari Road Safety Association (RSA) Indonesia mengatakan, menyalip di jalan tol membutuhkan konsentrasi lebih tinggi dibandingkan berkendara lurus. Karena itu, setiap pengemudi harus memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan benar sebelum berpindah lajur. Ilustrasi jalan tol Menurutnya, pengemudi sebaiknya selalu melakukan manuver menyalip melalui sisi kanan kendaraan yang akan didahului. "Upayakan selalu menyalip dari sebelah kanan," kata Rio kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2026). Sebelum berpindah lajur, pengemudi juga harus memastikan kondisi di sekitar kendaraan benar-benar aman. Caranya dengan melakukan head check atau menoleh sejenak ke arah lajur tujuan untuk memastikan tidak ada kendaraan di area titik buta (blind spot). Penggunaan kaca tambahan blind spot mirror pada spion samping juga dapat membantu memperluas bidang pandang. Selain itu, Rio mengingatkan agar lampu sein dinyalakan setidaknya tiga detik sebelum mulai bermanuver. Langkah ini memberikan waktu bagi pengendara lain untuk memahami arah perpindahan lajur sehingga dapat mengantisipasi pergerakan kendaraan. "Berikan sinyal atau turn signal minimal tiga detik sebelum memulai manuver," kata Rio.Rio juga menyarankan pengemudi memperhatikan kondisi lalu lintas di depan kendaraan yang akan disalip. Jika masih dapat melihat kendaraan di depannya, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu indikasi bahwa jalur relatif aman, meski tetap harus dilakukan pemeriksaan ulang. Namun, apabila pandangan tertutup oleh kendaraan besar atau kendaraan di depan sehingga kondisi lalu lintas tidak terlihat, pengemudi sebaiknya melakukan sedikit pergeseran posisi kendaraan untuk memastikan situasi di depan benar-benar aman sebelum memutuskan menyalip. Saat proses menyalip berlangsung, pengemudi harus memastikan lajur yang digunakan tetap kosong dan tidak memiliki potensi kendaraan lain melakukan pengereman mendadak. Kondisi ini penting untuk menghindari tabrakan beruntun maupun manuver menghindar yang berisiko. "Lakukan akselerasi dengan penuh kehati-hatian karena manuver menyalip memerlukan konsentrasi dua kali lebih tinggi dibandingkan hanya berjalan lurus," kata Rio. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko kecelakaan saat melakukan manuver menyalip di jalan tol dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.