Gesekan antara pengguna jalan umum dan pengendara sepeda motor gede (moge) seperti Harley-Davidson (HD) masih kerap terjadi di jalan raya. Salah satu pemicunya adalah anggapan masyarakat bahwa pengendara Harley bersikap arogan karena sering membuka gas atau menggeber mesin saat berkendara. Padahal, aksi membuka gas saat proses perpindahan gigi tersebut bukanlah bentuk pamer atau kesombongan, melainkan tuntutan teknis dari karakter mesin dan sistem transmisi motor itu sendiri. Karakter Transmisi dan Kopling Aftersales Manager Indomobil Harley-Davidson of Jakarta Imam Budihardjo, menjelaskan bahwa sistem transmisi Harley-Davidson dirancang khusus untuk menahan torsi mesin yang sangat besar. Dampaknya, karakter perpindahan gigi terasa lebih keras dibandingkan motor pada umumnya. “Untuk pindah gigi memang kadang perlu di-gas (tidak sampai geber) supaya plat kopling lebih bebas, dan gigi transmisi bisa pindah,” kata Imam kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2026). Imam menambahkan, ukuran komponen mekanis yang besar membuat daya cengkeram kopling menjadi sangat kuat. Touring internasional perdana komunitas perempuan Harley-Davidson ke Malaysia berlangsung lancar berkat persiapan matang dan kerja sama tim. “Transmisi HD memang agak kasar karena untuk menahan torsi besar, kopling lebih keras atau lengket, gigi susah pindah,” ujarnya. Menjaga Keseimbangan Kendaraan Selain memudahkan pergeseran gigi transmisi, bukaan gas tipis saat menurunkan atau menaikkan gigi juga berfungsi untuk menjaga stabilitas kendaraan yang bobotnya terbilang berat. “Pengendara HD cenderung melakukan main gas (geber) supaya pindah gigi lebih lancar, menjaga motor tetap seimbang,” kata Imam. Ilustrasi motor Harley-Davidson yang dibawa JLM Auto untuk pasar Indonesia Perlunya Saling Memahami di Jalan Raya Seiring bertambahnya jam terbang, seorang pengendara Harley-Davidson biasanya akan semakin mahir dan tidak perlu terlalu banyak membuka gas saat memindahkan gigi. Namun, bagi pengguna yang baru beradaptasi, kebiasaan teknis tersebut sering kali masih terbawa sehingga terdengar bising oleh orang di sekitarnya. “Seiring waktu naik HD, akan terbiasa dan tidak perlu banyak gas, namun kebiasaan awal naik HD masih terbawa, dan membuat lingkungan sekitar terganggu,” kata Imam. Perbedaan sudut pandang inilah yang kerap memicu salah paham. Mengendarai moge berkapasitas mesin besar memang membutuhkan penyesuaian teknis yang tidak sederhana, sehingga sesama pengguna jalan diharapkan bisa saling memahami kondisi di lapangan.