Pengemudi mobil perlu memahami bahwa memindahkan tuas transmisi tidak disarankan saat berada di tanjakan. Hal ini berkaitan dengan keselamatan, terlebih pengemudi pemula. Perpindahan gigi transmisi harus dilakukan dengan tepat saat di tanjakan agar peluang keberhasilannya tinggi. Tapi, ketika gagal risikonya cukup tinggi. Banyak kejadian kendaraan mundur di tanjakan saat gagal menanjak. Kondisi tersebut bisa saja asing bagi sebagian orang, sehingga mereka kurang sigap dalam merespons. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mengemudikan mobil manual butuh keterampilan, bila tidak risikonya cukup tinggi. “Pindah gigi mobil di tanjakan memang bisa berbahaya jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Saat perpindahan gigi, tenaga dari mesin ke roda terputus sesaat, karena kopling diinjak, ada peluang kehilangan momentum,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (13/2/2026). Di tanjakan, jeda singkat tersebut bisa membuat mobil kehilangan momentum lalu mundur. Risiko lebih besar terjadi pada mobil manual yang sejak awal tidak pakai gigi rendah. Truk tak kuat menanjak. Jalan raya PKP picu kecelakacan beruntun, Selasa (10/2/2026). “Biasanya pengemudi akan memindahkan gigi lebih rendah ketika dirasa mesin sudah tidak kuat atau napas mesin habis, ini sebenarnya berisiko ketika waktu menggeser tuas tidak tepat, bisa saja tersangkut di posisi netral,” ucap Imun. Jika pengemudi gagal atau terlambat, mobil bisa mundur. Meski sudah berhasil memasukkan gigi, bila pengemudi telat melepas kopling atau salah memilih gigi, mesin bisa kehilangan tenaga, bahkan mati. “Ketika mesin mati, pedal rem akan terasa lebih berat, kampas tidak menekan cakram atau tromol dengan optimal, mobil dapat meluncur ke belakang, saat itu juga harus menarik rem tangan,” ucap Imun. Ilustrasi tuas transmisi mobil manual Memindahkan gigi dari tinggi ke rendah (downshift) sebenarnya dianjurkan sebelum tenaga habis. Namun, jika dilakukan terlambat saat mobil sudah melambat drastis, perpindahan gigi justru menjadi sulit dan berisiko. Pada mobil matik, risiko lebih kecil karena transmisi bekerja otomatis menjaga rasio gigi. Meski begitu, pengemudi tetap disarankan menggunakan mode rendah (L atau 2) saat menanjak agar tenaga tetap besar. “Agar aman, sebaiknya pilih gigi yang sesuai sebelum memasuki tanjakan dan jaga putaran mesin tetap tinggi. Hindari memindahkan gigi di tengah tanjakan curam kecuali benar-benar diperlukan,” ucap Imun. Kesimpulannya, pindah gigi di tanjakan bukan dilarang, tetapi berisiko jika tekniknya salah. Dengan persiapan dan teknik mengemudi yang benar, perpindahan gigi tetap bisa dilakukan dengan aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang