Berhenti di tanjakan bagi pengemudi mobil matik ternyata memerlukan teknik yang tepat agar kendaraan tetap aman dan transmisi tidak cepat rusak. Saat mobil ditahan menggunakan gas saat berhenti, sistem transmisi harus bekerja ekstra keras untuk menjaga agar kendaraan tidak mundur. Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengatakan, saat mobil berhenti di tanjakan, sebaiknya pengemudi menginjak rem dan tidak menggunakan gas. Hal ini perlu dilakukan dikarenakan saat menahan mobil dengan gas, transmisi harus bekerja ekstra keras untuk menjaga beban mobil agar tidak mundur. "Kalau mobil matik lagi berhenti di tanjakan, jangan ditahan pakai gas. Injak saja remnya," katanya kepada Kompas.com, belum lama ini. Desain pedal gas dan rem BYD M6 Menahan mobil dengan gas dapat membuat sistem transmisi bekerja lebih keras, sehingga gesekan meningkat dan oli transmisi lebih cepat rusak. Untuk menghindari masalah tersebut, Lung Lung memberikan saran praktis. Jika harus berhenti di tanjakan, maka lebih baik untuk menginjak rem dan mengaktifkan rem tangan. "Kalau berhenti di tanjakan, lebih aman masuk ke N dan tarik rem tangan daripada ditahan gas," jelasnya. Hindari menahan mobil matik dengan gas, karena kebiasaan ini bisa merusak transmisi dan memperpendek umur komponen mobil. "Ingat, jangan sering-sering menahan mobil matik di tanjakan dengan gas, karena ujung-ujungnya bisa bikin transmisi jebol," katanya Lung Lung. Jadi, untuk menghindari kerusakan transmisi dan menjaga performa mobil matik tetap optimal, selalu gunakan rem kaki atau rem tangan saat berhenti di tanjakan, dan jangan menahan kendaraan dengan gas. Kebiasaan sederhana ini bisa menyelamatkan transmisi dari kerusakan serius sekaligus membuat perjalanan lebih aman dan nyaman. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang