Kondisi jalan licin akibat hujan kerap menjadi tantangan bagi pengendara sepeda motor. Daya cengkeram ban yang menurun membuat risiko selip hingga terjatuh semakin besar apabila pengendara tidak mengubah gaya berkendara. Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan bahwa pengendara perlu menjaga kontrol kendaraan saat melintasi jalan licin. Mengurangi kecepatan dan menghindari manuver tiba-tiba menjadi kunci utama keselamatan. “Di jalan licin, yang paling penting adalah kontrol dengan mengurangi kecepatan, buka gas secara halus, dan hindari pengereman mendadak, apalagi rem depan terlalu keras,” kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/12/2025). Membuka gas secara agresif saat permukaan jalan basah dapat membuat roda belakang kehilangan traksi. Begitu pula dengan pengereman mendadak yang berisiko menyebabkan ban terkunci dan motor tergelincir. Selain mengatur kecepatan, teknik menikung juga perlu disesuaikan. Agus menyarankan agar pengendara tidak memaksakan sudut kemiringan motor ketika melibas tikungan di jalan licin. Jas hujan yang nyaman “Saat menikung, kurangi sudut kemiringan motor dan jaga posisi badan tetap rileks,” ujarnya. Menurut dia, ketegangan pada tubuh justru membuat pengendara sulit mengontrol motor ketika terjadi selip kecil. Sikap tubuh yang rileks membantu pengendara bereaksi lebih baik terhadap kondisi jalan. Agus juga mengingatkan pengendara untuk lebih jeli membaca permukaan jalan. Beberapa bagian jalan justru menjadi sangat licin ketika basah, meski tampak sepele. “Waspadai marka jalan, pelat besi, atau aspal mengilap karena sangat licin saat kondisi basah,” kata Agus. Dengan menerapkan teknik berkendara yang lebih halus dan penuh antisipasi, pengendara diharapkan tetap bisa berkendara dengan aman meski kondisi jalan tidak ideal. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca hujan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang