JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalan yang licin akibat hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor, karena daya cengkeram ban terhadap permukaan aspal menurun signifikan. Dalam situasi ini, ban tidak hanya berperan sebagai penopang kendaraan, tetapi juga menjadi faktor utama penentu stabilitas, kendali, dan keselamatan saat melaju di jalan basah. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), perhatian terhadap kondisi ban menjadi hal mendasar yang kerap diabaikan pengendara saat hujan. Padahal, ban adalah satu-satunya komponen motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. “Ketika kita berbicara traksi, maka tekanan ban menjadi sangat penting karena ini menentukan luas tapak ban yang berinteraksi dengan aspal. Tekanan ban yang sesuai standar pabrikan adalah kondisi paling ideal untuk menghasilkan traksi,” kata Victor kepada Kompas.com, Kamis (1/1/2026). Victor menjelaskan, salah satu masalah umum adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai rekomendasi. Tekanan yang terlalu tinggi akan mengurangi luas kontak ban, sehingga ban lebih mudah kehilangan grip. Ban haus tidak rata disebabkan oleh beberapa hal seperti sok absorber dan as roda Sebaliknya, tekanan terlalu rendah membuat ban terasa limbung dan respons kemudi menjadi tidak presisi, terutama saat melewati genangan air. Selain tekanan angin, kondisi kembangan ban juga berpengaruh besar terhadap keselamatan di jalan licin. Ban dengan alur yang sudah menipis tidak mampu membuang air secara optimal, sehingga meningkatkan risiko selip dan aquaplaning saat melintas di permukaan jalan basah. Masalah lain yang sering luput dari perhatian adalah penggunaan ban yang tidak sesuai peruntukannya. Ban dengan karakter keras atau desain yang lebih cocok untuk kondisi kering akan kesulitan memberikan daya cengkeram maksimal saat hujan, terutama di aspal halus atau jalan beton. Victor menambahkan, usia ban juga perlu diperhatikan meskipun secara visual masih tampak layak. “Ban yang sudah tua biasanya mengalami pengerasan kompon. Walaupun kembangannya masih tebal, daya cengkeramnya bisa menurun drastis saat kondisi jalan licin,” ujarnya. Untuk meminimalkan risiko, pengendara disarankan rutin memeriksa tekanan angin, kondisi kembangan, serta memastikan ban sesuai spesifikasi motor dan kebutuhan penggunaan. Dengan kondisi ban yang optimal, pengendara dapat menjaga traksi dan stabilitas motor, sehingga berkendara di jalan licin saat hujan tetap aman dan terkendali. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang