Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 diprediksi masih masuk musim hujan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor dan mobil. Pasalnya, kondisi jalan yang basah mengharuskan penyesuaian pengendara dalam mengoperasikan kendaraan. Ada beberapa kendala yang bisa muncul ketika kondisi jalan licin, seperti tingginya risiko aquaplaning dan gagal menanjak. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, kecepatan berkendara merupakan salah satu faktor yang menyebabkan aquaplaning. “Aquaplaning itu penyebabnya karena faktor kecepatan pengemudi, kualitas ban, dan kondisi jalan. Ketiga faktor ini akan sangat mempengaruhi satu sama lain,” ucap Sony kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Agar terhindar dari bahaya aquaplaning, Sony mengimbau semua pengemudi untuk menjaga batas kecepatan ketika kondisi hujan atau jalanan basah, setidaknya di angka 40 Kpj sampai 50 Kpj. Impresi Berkendara Toyota Corolla Altis GR HEV “Saat kecepatan mobil rendah, hampir tidak mungkin bakal terkena aquaplaning. Soalnya ban masih punya peluang untuk memecah genangan air dan menapak di aspal,” kata Sony. Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, fenomena aquaplaning pada mobil bisa melihat peristiwa batu tipis yang dilempar ke sungai, mereka melayang karena kecepatan tinggi. Selain aquaplaning, menurut Jusri, ada potensi mobil gagal menanjak ketika jalan basah. Sebagai contoh, mobil penggerak roda depan lebih rawan selip saat melewati tanjakan yang licin. Namun ada cara tersendiri ketika ingin membawa kendaraan melewati rintangan yang licin. Angkot trayek Petir-Laladon terguling usai gagal menanjak di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (4/12/2025). Tangkapan layar video akun Instagram @metrobogor_ “Ketika ingin melewati rintangan yang licin, jangan menekan gas terlalu dalam, karena penggerak roda depan itu lebih mudah kehilangan cengkraman. Kalau ban mobil sudah spin, kendaraan akan merosot ketika di tanjakan, atau diam ditempat,” kata Jusri kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Mobil penggerak roda depan, ketika mulai berjalan, pastikan melaju secara perlahan. Gunakan juga rem tangan ketika mulai berjalan di tanjakan. Ketika mobil mulai bergerak, turunkan rem tangan dan tekan gas secara halus dan bertahap, jangan buru-buru menginjak pedal gas. Jusri juga menambahkan, ketika melewati permukaan yang licin, gunakan putaran mesin rendah tapi cukup untuk membuat mobil melaju. Proses ini dinamakan menjaga traksi antara permukaan jalan dengan cengkraman ban pada roda penggerak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang