JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan licin saat hujan menjadi salah satu faktor risiko terbesar bagi pengendara sepeda motor dan kerap berujung kecelakaan fatal. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir tahun. Menurut Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), jalan licin terjadi karena berkurangnya daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan akibat adanya lapisan air. “Ketika hujan, ada air yang memisahkan ban dengan permukaan jalan, sehingga traksi berkurang dan motor lebih mudah selip, terutama saat pengendara melakukan pengereman mendadak atau bermanuver,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (30/12/2025). Victor menjelaskan, risiko kecelakaan meningkat ketika pengendara tidak menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi cuaca. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Kecepatan tinggi, jarak pengereman yang terlalu dekat, serta manuver tiba-tiba dapat membuat motor kehilangan kendali dalam waktu singkat. Kondisi jalan tertentu juga memperparah risiko, seperti marka jalan, penutup saluran air, hingga aspal yang sudah haus. Saat hujan, bagian-bagian tersebut menjadi lebih licin dan berpotensi menyebabkan motor tergelincir, terutama ketika dilintasi dengan kecepatan tidak stabil. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan terkini terkait potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Hayley dan Bibit Siklon Tropis 90S. BMKG menyebutkan, kedua sistem tersebut diprediksi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi atmosfer dan kelautan Indonesia dalam periode 24 jam ke depan hingga 31 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Dampak yang mungkin terjadi antara lain peningkatan intensitas hujan dan angin kencang di sejumlah wilayah. Victor menambahkan, kondisi ban yang sudah menipis juga memperbesar potensi kecelakaan di jalan basah. Alur ban yang tidak optimal akan menyulitkan pembuangan air, sehingga meningkatkan risiko kehilangan traksi. Karena itu, pengendara motor diimbau untuk menurunkan kecepatan saat hujan, menjaga jarak aman, serta menghindari pengereman dan manuver mendadak. Kewaspadaan ekstra dan kesiapan kendaraan dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga pergantian tahun. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang