Belakangan ini, intensitas hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya terpantau meningkat, terutama saat sore atau jam pulang kerja. Guyuran hujan deras tersebut tak jarang memicu munculnya genangan air hingga banjir di beberapa titik vital. Misal pada Senin (4/5/2026), sejumlah ruas jalan seperti di Gandaria City, Cipulir, Radio Dalam, Fatmawati, hingga TB Simatupang dilaporkan terendam air. Kondisi ini tentu menjadi tantangan berat bagi para pengguna sepeda motor yang tetap harus menembus kemacetan di tengah cuaca ekstrem. Seorang pengendara motor memaksa menerobos banjir di Jalan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (9/3/2026) Berkendara saat hujan dan melewati genangan air memerlukan teknik dan kewaspadaan khusus agar motor tidak mengalami kendala teknis atau bahkan kecelakaan. Nofa Ismiati, Instruktur Safety Riding Daya Adicipta Motora (DAM), membagikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan pengendara saat bertemu genangan air di jalan. Jaga Kecepatan Tetap Rendah Hal pertama yang wajib dilakukan saat hendak melewati genangan adalah menurunkan kecepatan. Jangan terburu-buru meski kondisi jalan sedang macet atau ingin cepat sampai di rumah. "Pastikan melewati dengan kecepatan rendah," ujar Nofa kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026). Dengan kecepatan rendah, pengendara memiliki kendali lebih baik terhadap keseimbangan motor dan bisa lebih waspada terhadap lubang yang mungkin tertutup air. Hindari Risiko Hydroplaning Keinginan untuk menerjang genangan dengan kecepatan tinggi demi sensasi cipratan atau karena merasa yakin, justru sangat berbahaya. Ada risiko nyata yang mengintai, yakni hydroplaning. "Hindari melewati dengan kecepatan tinggi saat melewati air agar tidak terjadi hydroplaning," kata Nofa. Hydroplaning adalah kondisi di mana ban motor kehilangan traksi atau daya cengkeram pada permukaan jalan karena terhalang oleh lapisan air. Akibatnya, motor bisa meluncur tidak terkendali dan berisiko tinggi menyebabkan terjatuh. Prosedur Saat Terpaksa Lewat Banjir Dalam Jika kondisi genangan sudah cukup dalam dan tidak ada jalur alternatif lain sehingga terpaksa harus lewat, Nofa menyarankan langkah antisipasi untuk menyelamatkan mesin motor. "Apabila genangan air sudah dalam dan terpaksa harus lewat, matikan mesin dan tutup lubang knalpot," ucapnya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah air masuk ke dalam ruang bakar melalui lubang pembuangan (knalpot) yang dapat menyebabkan water hammer. Kondisi water hammer sangat merusak karena bisa membuat komponen mesin seperti setang seher bengkok dan memerlukan biaya perbaikan yang sangat besar. Bagi para pengendara, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Jika genangan dirasa terlalu tinggi, sangat disarankan untuk mencari rute lain atau menepi sejenak hingga air surut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang