Hujan kerap mengubah kondisi jalan menjadi lebih berisiko bagi pengendara sepeda motor. Selain jarak pandang yang berkurang, permukaan jalan yang licin juga meningkatkan potensi kecelakaan, terutama saat melintasi marka jalan dan penutup saluran air yang kerap luput dari perhatian. Menurut Victor Assani, Head of Safety Riding Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), marka jalan dan penutup saluran air memang menjadi salah satu titik rawan ketika kondisi jalan basah. Hal ini berkaitan erat dengan material pembuatannya yang berbeda dengan aspal. “Marka jalan maupun penutup saluran air terbuat dari material yang licin dan kedap air, sehingga saat hujan tingkat kelicinan permukaannya meningkat,” kata Victor kepada Kompas.com, Kamis (1/1/2026). Victor menjelaskan, pada kondisi basah, air tidak dapat terserap dengan baik oleh permukaan marka atau penutup saluran air. Akibatnya, daya cengkeram ban motor terhadap permukaan jalan berkurang dan berpotensi menyebabkan selip. Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi meninjau jalur dan marka Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat sebagai area kereta otonom menjalani uji coba pada 10 Agustus 2024. Selain licin, faktor lain yang perlu diwaspadai adalah adanya perbedaan ketinggian atau celah antara aspal dengan marka jalan maupun penutup saluran air. Kondisi ini dapat menimbulkan efek kejut saat roda motor melintas. “Biasanya terdapat gap antara permukaan aspal dengan marka atau penutup saluran air. Efeknya bisa membuat motor terasa oleng atau tidak stabil,” ujar Victor. Dalam kondisi normal, efek tersebut masih dapat dikendalikan oleh pengendara. Namun, saat hujan disertai kecepatan tinggi atau permukaan jalan yang sudah licin, risiko kehilangan traksi menjadi jauh lebih besar. Victor menyarankan pengendara motor untuk lebih waspada ketika melintasi marka jalan dan penutup saluran air, terutama saat hujan. Mengurangi kecepatan, menjaga bukaan gas tetap halus, serta menghindari pengereman mendadak menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas motor. Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak memiringkan motor secara berlebihan saat melewati area tersebut. Posisi motor yang lebih tegak dapat membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko tergelincir. Dengan memahami karakter permukaan jalan dan menyesuaikan teknik berkendara, pengendara motor diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan, khususnya saat hujan yang membuat kondisi jalan menjadi lebih tidak terduga. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang