Arus mudik Lebaran di jalur Tol Trans Jawa kerap diwarnai peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi tersebut membuat beberapa titik di sepanjang jalan tol menjadi rawan kepadatan, terutama ketika arus kendaraan mulai memuncak. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengatakan terdapat sejumlah lokasi yang sering menjadi titik perlambatan arus lalu lintas. Ilustrasi kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat. “Sebenarnya jika bicara mengenai titik rawan kepadatan di transjawa ini ada beberapa titik, seperti ketika volume lalu lintas sedang naik,” ujar Ria, kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026). Salah satu titik yang sering mengalami kepadatan adalah pertemuan arus lalu lintas di KM 48 yang menjadi persimpangan kendaraan dari dua jalur tol utama. “Di pertemuan KM 48 antara volume lalu lintas di MBZ dan Japek bawah,” kata dia. Fitur rumbel dot yang ada di jalan tol Cipali Lokasi tersebut merupakan titik pertemuan kendaraan dari Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan Tol Jakarta–Cikampek bawah, sehingga ketika volume kendaraan meningkat, potensi kepadatan pun ikut bertambah. Selain itu, rest area juga kerap menjadi titik perlambatan kendaraan, khususnya pada jam-jam favorit pemudik untuk beristirahat. “Atau volume lalu lintas menuju rest area pada jam-jam favorit, juga menjadi titik rawan kepadatan yang biasanya perlu diantisipasi,” ucap Ria. Gerbang Tol Cikampek Utama. Diskon tarif tol Lebaran 2026. Diskon tol Lebaran 2026. Diskon tol Trans Jawa. Diskon tol Trans Sumatera. Diskon tarif tol. Di luar faktor volume kendaraan, kondisi geometrik jalan juga dapat memicu perlambatan arus lalu lintas. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik dengan kontur jalan yang agak menikung membuat pengemudi harus menyesuaikan kecepatan kendaraan. Selain itu, kondisi jalan yang bergelombang atau berlubang juga dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas. Ilustrasi Tol Trans Jawa Pengemudi biasanya akan mengurangi kecepatan untuk menghindari guncangan yang berpotensi membahayakan kendaraan. Sambungan jembatan juga menjadi salah satu faktor yang membuat arus kendaraan melambat, terutama saat kondisi lalu lintas mulai padat. Kendaraan yang sebelumnya melaju dengan kecepatan tinggi biasanya harus memperlambat laju saat melintasi bagian tersebut. Karena itu, pemudik yang melintasi jalur Tol Trans Jawa diimbau untuk tetap menjaga jarak aman, mengatur kecepatan kendaraan, serta mengantisipasi potensi perlambatan di beberapa titik tersebut agar perjalanan tetap aman dan lancar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang