Perjalanan mudik Lebaran kerap diwarnai berbagai risiko di jalan, termasuk kecelakaan ringan seperti terserempet. Namun, tak sedikit pemudik memilih menunda pelaporan karena ingin fokus melanjutkan perjalanan. Padahal pelaporan kejadian tetap bisa dilakukan tanpa harus langsung mengurus klaim di tempat. Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, mengatakan penundaan laporan memang kerap terjadi saat musim mudik. Suasana arus mudik di Tol Cipali Subang malam ini mulai melandai ( FOTO : KOMPAS.com / Ahya Nurdin) "Oke, datanya saya ada. Cuma mungkin itu lebih lanjut. Biasanya memang ada kenaikan sedikit. Tapi menurut saya itu relatif," kata Iwan menjawab Kompas.com, akhir pekan lalu di Jakarta. "Karena pas Lebaran atau pas mudik ini, orang kan menunda dulu (pelaporan). Biarin keserempetnya. Nanti baru setelah mudik, baru selesai, baru dia lapor," kata Iwan. Iwan mengatakan bahwa pelaporan sebaiknya tetap dilakukan sesegera mungkin, meskipun proses klaim atau perbaikan kendaraan bisa ditunda hingga pemudik kembali ke kota asal. "Tapi sebetulnya untuk pelaporan mengenai kondisi-kondisi tadi, kecelakaan segala macam, kita lapor saja, enggak apa-apa. Masa nanti klaimnya atau perbaikannya, nunggu waktu balik ke Jakarta, itu enggak apa-apa juga," ujarnya. Iwan menjelaskan, penting untuk membedakan antara pelaporan dan klaim. Fun Rally 2019 yang digelar Radio Sonora, Garda Oto, Yellow Hotel dan Harris Convention Hall Bekasi berlangsung pada Sabtu (16/11/2019) Menurut dia, pelaporan cukup dilakukan lebih dulu agar kejadian tercatat oleh pihak asuransi. "Lapor jadi bukan klaim ya, bukan survei klaim ya. Lapor saja. Jadi hari ini aku kecelakaan ya, di sini, sini, sini. Dan bisa dibantu, bisa telepon, bisa pakai aplikasi juga sebetulnya, yang penting lapor dulu 5 hari kerja," kata Iwan. Ia juga menyarankan pemudik untuk mendokumentasikan kondisi kendaraan sebagai bukti awal. "Di foto saja, yang penting lapor, dan kita juga bisa sebetulnya, untuk survei klaim itu, kita bisa melakukan juga untuk virtual," kata Iwan. "Jadi enggak harus datang ke tempat yang cabang atau ke garasi-garasi rekanan kami. Bisa pakai online," ujarnya. Pemudik tidak perlu khawatir mengurus klaim di tengah perjalanan. Terpenting, laporan sudah masuk agar proses selanjutnya bisa tetap berjalan setelah kembali dari kampung halaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang