Setelah meluncurkan dua model awal, yakni G3 dan G3+, Polytron menyatakan saat ini masih fokus memperkuat pasar keduanya. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengungkapkan bahwa rencana menghadirkan model baru kemungkinan akan mundur. "Kami lagi lihat situasinya ya, karena kondisi dunianya juga enggak baik-baik aja sehingga ada kemungkinan produk barunya akan mundur ya," ujar Tekno yang ditemui di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Polytron G3+ Menurutnya, rencana peluncuran model baru sebenarnya masuk dalam agenda tahun ini. Namun, beberapa kondisi membuat perusahaan harus lebih adaptif dalam mengambil keputusan. Merek elektronik lokal tersebut mempertimbangkan strategi produk secara lebih hati-hati. "Iya harapan kita awalnya seperti itu, cuman kayaknya kalau lihat dari kondisi hari ini agak sulit," katanya. Meski terkesan tidak terlalu agresif, Polytron tetap serius menggarap pasar mobil listrik. Hal ini terlihat dari target penjualan yang tetap dipatok cukup tinggi. Polytron membidik penjualan di kisaran 700 hingga 800 unit pada 2026, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan distribusi tahun lalu. Polytron G3+ Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Polytron mencatatkan distribusi wholesales sebanyak sepanjang 2025. Angka tersebut berasal dari model G3+ dan G3 yang mulai dipasarkan sejak pertengahan tahun. Sementara itu, dari sisi penjualan ritel, Polytron membukukan 353 unit pada periode yang sama. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang