Polytron mulai menunjukkan keseriusannya di pasar kendaraan listrik nasional. Merek lokal tersebut mengincar penjualan hingga dua kali lipat pada tahun ini. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyebut pihaknya tetap optimistis meski persaingan di pasar kendaraan listrik semakin ketat. "Nah tahun ini kita mungkin bisa 700 unit sampai 800 unit," ujar Tekno di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Mobil listrik Polytron G3 sebagai official car Indonesia Open 2026 Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 455 unit. Distribusi tersebut berasal dari dua varian, yakni G3+ sebanyak 282 unit dan G3 sebanyak 173 unit. Adapun, dari sisi penjualan ritel atau dari diler ke konsumen, mencatatkan angka 353 unit sepanjang tahun lalu. Meski tergolong pemain baru, perusahaan ini memilih pendekatan yang realistis dan adaptif dalam mengembangkan bisnis mobil listriknya. Polytron G3+ Polytron berharap dapat terus memperluas penerimaan pasar terhadap mobil listrik, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu merek lokal yang mulai diperhitungkan di industri otomotif nasional. "Ya kalau enggak optimis nanti gimana. Harus optimis dong," ujar Tekno. Jika melihat performa tahun lalu, meski baru mulai memasarkan produknya pada semester kedua 2025, Polytron mampu menembus daftar 25 besar penjualan nasional. Memasuki 2026, sepanjang Januari hingga Maret, penjualan ritel mobil listrik Polytron tercatat mencapai 153 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang