Penjualan mobil listrik anjlok. Merek Polytron juga ikutan turun.Melirik data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Polytron sudah mengirim 165 unit pada Januari hingga Maret 2026. Bila dirinci, sebanyak 81 unit per Januari, 58 unit pada Februari, dan 26 unit pada Maret 2026. Angka penjualannya terus turun.Secara total nasional penjualan mobil listrik pada bulan ketiga mencapai 10.572 unit. Pencapaian itu minus 14,15 persen dari bulan Februari yang tembus 12.314 unit. Polytron hanya menjual satu model yang tersedia dalam dua varian, yakni G3 dan G3+.Bulan Maret menjadi sangat singkat secara operasional. Dengan adanya libur panjang Lebaran dan cuti bersama, jumlah hari kerja aktif di pabrik maupun pengiriman ke dealer berkurang drastis."Ada penurunan dibanding bulan Februari 2026 mengingat ada libur Hari Raya Idul Fitri di bulan Maret 2026," ujar Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat dihubungi detikOto, Jumat (11/4/2026).Penjualan Polytron masih unggul dari merek-merek Jepang yang memasarkan mobil listrik di Indonesia. Misalnya Mitsubishi Motors lewat L100 dan MiEV, tidak satu pun ada distribusi pada Januari-Februari 2026. Kemudian bZ4X cuma terdistribusi sebanyak 24 unit pada periode yang sama.Mobil listrik terlaris BYD pada Maret 2026 datang dari BYD Sealion 07. Total mobil listrik itu terdistribusi sebanyak 1.236 unit.Kenaikan juga terjadi pada model flagship BYD melalui sub brand Denza. MPV pintu geser itu terdistribusi sebanyak 455 unit, naik dari bulan sebelumnya yang menyentuh 270 unit.Geely diam-diam menyedot perhatian masyarakat Indonesia melalui model Geely EX2. Mobil ini terdistribusi sebanyak 949 unit.Jaecoo J5 justru menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia per Maret 2026. SUV ini terdistribusi sebanyak 2.959 unit. Naik tipis dari Februari yang dikirim sebanyak 2.926 unit.Sepanjang Januari-Maret 2026, penjualan mobil listrik sudah terdistribusi sebanyak 33.150 unit. Angka ini masih menunjukkan tren positif, naik 95,9 persen dibandingkan kuartal 2025.