Mobil listrik Polytron G3+ Industri otomotif listrik di Indonesia semakin memanas. Di tengah persaingan yang kian ketat, Polytron mengambil langkah strategis yang tak biasa: mendorong penjualan mobil listrik dengan memaksimalkan produk yang sudah mereka miliki. Polytron buka showroom perdana di Jakarta ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Mereka berfokus pada penguatan model yang sudah dipasarkan, yaitu G3 dan G3+, sambil membuka peluang hadirnya model baru di masa depan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan penjualan di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat di pasar nasional.Polytron menilai bahwa optimalisasi produk yang sudah ada menjadi kunci utama untuk meningkatkan penetrasi pasar sebelum melakukan ekspansi lini kendaraan.Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyampaikan pihaknya tetap optimistis meski persaingan di pasar kendaraan listrik semakin ketat."Kami lagi lihat situasinya ya, karena kondisi dunianya juga enggak baik-baik aja. Nah tahun ini kita mungkin bisa 700 unit sampai 800 unit," kata Tekno Wibowo di Jakarta, dikutip VIVA Rabu, 15 April 2026.Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler Polytron sepanjang 2025 mencapai 455 unit. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Mobil listrik Polytron G3+Bicara soal distribusi yaitu dua varian, G3+ sebanyak 282 unit dan G3 sebanyak 173 unit. Adapun, dari sisi penjualan ritel atau dari diler ke konsumen, Polytron mencatatkan angka 353 unit sepanjang tahun lalu.