Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, berpengaruh ke Indonesia. Polytron, produsen sepeda motor listrik lokal mencatat sempat terjadi lonjakan pemesanan saat mencuatnya wacana kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, bahkan mengatakan peningkatan jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) sudah terlihat bahkan sebelum isu kenaikan harga BBM mencuat. Polytron Fox 350 “Iya terus terang ya, bahwa maksudnya kemarin sebelum ada isu mau (kenaikan harga BBM), kenaikan jumlah SPK yang masuk juga lebih banyak,” ujar Tekno di Jakarta, belum lama ini. “Bisa meningkat mungkin 90 persen ya,” ujar Tekno. Menurut dia, kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mempertimbangkan motor listrik sebagai alternatif kendaraan di tengah ketidakpastian harga energi fosil. Tekno mengatakan, untuk tahun 2026, Polytron menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. “Tahun ini target kita sekitar 40.000 unit. Naiknya banyak lah,” kata Tekno. Polytron Fox 200 Tekno tidak merinci hasil penjualan motor listrik Polytron tahun lalu. Namun sejak pertama kali meluncur, populasi motor listrik Polytron di Indonesia kini telah mendekati 50.000 unit. “Populasi kita udah jual kira-kira 50.000 unit,” katanya. Berdasarkan data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dirilis Kementerian Perhubungan, total penjualan motor listrik nasional 2025 tercatat sebanyak 55.059 unit. Dari angka tersebut, Polytron diperkirakan menyumbang sekitar 33.000 unit. Atau menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar motor listrik nasional sepanjang tahun lalu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang