JAKARTA, KOMPAS.com - Polytron kembali memperkuat lini motor listriknya dengan menghadirkan Fox 350. Jika dilihat sekilas, motor ini memang masih membawa garis keturunan dari Fox R, namun banyak sentuhan baru yang membuatnya tampil lebih matang dan proporsional. Perubahan yang paling terasa saya lihat ada pada bodi depan. Fox 350 kini tampil dengan siluet bodi yang lebih bongsor, tebal, dan tegak. Polytron Fox 350 Karakter ini memberikan aura motor matik besar yang lebih kuat dibandingkan Fox R. Kesan proporsional tersebut semakin dipertegas dengan penggunaan visor depan berukuran besar. Polytron Fox 350 Kehadiran visor ini tidak hanya fungsional, tetapi juga berhasil mengisi kekosongan visual di area kemudi, sehingga desain depan terlihat lebih padu. Sektor pencahayaan juga mendapatkan penyegaran. Polytron Fox 350 Lampu utama kini tampil lebih agresif dengan lampu senja berupa LED bar yang menyiku. Lampu dekat dan jauh, serta lampu sein ditempatkan terpisah di sisi bawah yang juga sudah berteknologi LED. Polytron Fox 350 Bergeser ke area kaki-kaki depan, Fox 350 dibekali desain pelek baru yang dibalut warna hitam solid. Berbeda dengan Fox R yang menggunakan gaya dual tone, penggunaan warna hitam pada Fox 350 ini sukses memberikan kesan yang lebih garang dan kokoh. Dari sisi samping, detail bodinya terasa lebih kompleks. Perpaduan warna dual tone serta tambahan decal atau stiker baru membuat estetikanya meningkat tajam. Secara visual, Fox 350 memang terasa lebih mahal untuk dilihat. Salah satu yang patut diapresiasi adalah langkah Polytron merevisi bagian dek kaki. Pada Fox R, banyak yang mengeluhkan posisi dek terlalu tinggi sehingga posisi duduk terasa kurang alami. Pada Fox 350, bagian dek ini dibuat sedikit lebih turun. Perubahan ini sangat berdampak pada kenyamanan berkendara, terutama bagi pengendara dengan postur tinggi 178 cm seperti saya. Kaki tidak lagi terlalu menekuk, membuat posisi berkendara lebih rileks untuk perjalanan jauh. Untuk area panel instrumen, Fox 350 masih menggunakan model full digital yang kaya informasi. Secara desain layar memang identik dengan Fox R, namun rumah klasternya dibuat lebih tebal sebagai penyesuaian terhadap bodi depan yang kini lebih besar. Bagian setang tetap pakai model naked. Serta di sisi kanan dan kirinya menggunakan tombol yang saya rasa lebih solid dari pendahulunya, kualitasnya lebih baik. Lalu pada bagian buritan, Polytron tetap mempertahankan lampu kombinasi milik Fox R. Hanya saja, bodi di sekeliling lampu dibuat lebih agresif untuk mengimbangi dimensi motor yang makin lebar. Terakhir, di bagian bawah kini terdapat cover plastik bertuliskan Polytron yang menutupi bagian swingarm. Area ini juga menjadi tempat bersemayamnya motor penggerak atau dinamo yang langsung terintegrasi dengan roda belakang, memberikan kesan tampilan yang lebih rapi dan bersih. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang