Polytron berhati-hati dalam memperluas jaringan diler mobil listrik pada 2026. Alih-alih ekspansi besar-besaran, perusahaan justru menambah diler secara bertahap. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan tahun ini penambahan diler mobil listrik ditargetkan hanya dua lokasi. "Kita tahun lalu udah ada delapan, kita tahun ini target tambah paling dua (diler), satu di Denpasar (Bali)) dan satu di Medan (Sumatera Utara) harapan kami, jadi total sepuluh," kata Tekno di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Mobil listrik Polytron G3 sebagai official car Indonesia Open 2026 Dengan tambahan tersebut, jaringan diler Polytron memang belum akan tersebar luas. Perusahaan memprioritaskan penguatan pasar di wilayah yang sudah ada sebelum memperluas jangkauan ke daerah lain. "Di Jawa dan di Bali paling, sama kami lagi lihat kemungkinan untuk buka di Medan," ujarnya. Tekno menjelaskan, keputusan untuk tidak agresif dalam menambah diler bukan tanpa alasan Kondisi pasar yang kompetitif membuat perusahaan harus lebih selektif. Strategi Polytron berbeda dengan para kompetitornya di segmen kendaraan listrik. Apalagi jika dibandingkan merek asal China yang gencar membuka diler. Polytron G3+ "Ya kita lebih memilih apa ya, kalau orang Jawa maksudnya biar lambat asal selamat, gitu lah," ujar Tekno. "Dan ini udah terbukti kan kita punya di sepeda motor listrik juga sampai hari ini penjualan kami masih yang terbanyak dan secara brand kita masih bertahan," katanya Strategi ekspansi yang lebih konservatif diharapkan bisa menjaga keberlangsungan bisnis di tengah persaingan, sekaligus memastikan setiap diler yang dibuka dapat berjalan optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang