Model bisnis sewa baterai atau battery subscription menjadi andalan Polytron dalam memasarkan sepeda motor listrik di Indonesia. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengungkapkan bahwa kurang lebih 90 persen pengguna motor listrik Polytron menggunakan sistem sewa baterai. “90 persen baterai subscription," kata Tekno yang ditemui di Jakarta, belum lama ini. Polytron Fox 350 Tekno menyebut saat ini populasi motor listrik Polytron telah mendekati angka 50.000 unit. Artinya setidaknya 45.000 unit yang beredar pakai sistem sewa baterai. Menurut Tekno, skema ini memberikan kemudahan bagi konsumen, terutama dari sisi biaya awal yang lebih terjangkau. Sebab, baterai merupakan komponen paling mahal pada motor listrik. "Kalau menurut saya bisnis model yang kami tawarkan lebih masuk akal. Dalam artian kita sama-sama tahu bahwa kalau sepeda motor listrik itu yang mahal sebenarnya adalah di sisi baterainya," katanya. Polytron Fox 350 Resmi Meluncur "Kalau sekarang baterainya cuma sewa pembelinya enggak perlu memiliki baterainya. Buat mereka risikonya jauh lebih kecil. Ya biaya cicilan juga lebih kecil," ungkap Tekno. Namun lebih dari itu, pengguna bisa lebih tenang dalam pemakaian jangka panjang sebab risiko terkait kerusakan baterai juga menjadi tanggung jawab penyedia layanan. "Risiko baterai rusak juga udah tidak ditanggung, dan ini kami sudah buktikan bisnis modelnya paling bisa jalan,” ujar Tekno. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang