Pemerintah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow saat mudik Lebaran 2026 mulai Selasa (17/3/2026). Skema ini memang bertujuan melancarkan arus, tetapi di sisi lain memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi jika tidak diantisipasi. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri. Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta kelancaran lalu lintas selama periode angkutan Lebaran. Adapun contraflow akan diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek pada 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pada 21 Maret pukul 12.00–20.00 WIB dan 22 Maret pukul 09.00–18.00 WIB. Arus lalin di Km 57 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Selasa (17/6/2026) pukul 15.30 WIB Contraflow sendiri merupakan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas jalan. Skema ini umum digunakan saat volume kendaraan meningkat tajam menuju puncak arus mudik. Namun, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengingatkan bahwa jalur contraflow memiliki tingkat bahaya lebih tinggi dibanding kondisi normal. “Contraflow lebih berbahaya karena dalam satu lajur dimodifikasi menjadi dua arah dengan pembatas yang tidak statis,” ujar Sony kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2026). Ia menjelaskan, risiko semakin besar karena kecepatan kendaraan di jalan tol cenderung tinggi. “Sehingga menjadi bahaya karena kecepatan rata-ratanya tinggi. Jadi butuh fokus di jalan tol yang relatif panjang,” kata Sony. Karena itu, pengemudi diimbau lebih waspada dengan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri saat lelah. Disiplin dan fokus menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman hingga sampai tujuan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang