Setiap musim mudik Lebaran, volume kendaraan di sejumlah ruas tol utama biasanya meningkat tajam. Untuk mengurai kepadatan tersebut, pemerintah bersama kepolisian kerap menerapkan rekayasa lalu lintas. Salah satu skema yang paling sering digunakan adalah contraflow. Pengaturan lalu lintas ini umumnya diterapkan di jalan tol ketika arus kendaraan menuju satu arah jauh lebih padat dibandingkan arah sebaliknya. Secara sederhana, contraflow adalah pengalihan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk digunakan oleh kendaraan yang menuju arah dengan volume lalu lintas lebih tinggi. Contra flow di ruas jalan tol Jakarta - Cikampek Km 57, Kamis (25/12/2025). Dengan cara ini, kapasitas jalur pada arah yang padat menjadi lebih besar sehingga arus kendaraan diharapkan dapat bergerak lebih lancar dan antrean panjang bisa berkurang. Perbedaan contraflow dan one way Contraflow merupakan sistem rekayasa lalu lintas yang dilakukan dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk dipakai kendaraan dari arah yang lebih padat. Dengan kata lain, jalur yang semula satu arah sementara dijadikan dua arah dengan pembagian lajur yang berbeda. Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga memberlakukan skema lalu lintas lawan arus atau contraflow dari Km 44+400 hingga Km 46+400 di ruas Tol Jagorawi arah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/5/2025) pagi Sistem ini berbeda dengan one way. Jika contraflow hanya memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan, maka pada sistem one way seluruh jalur dijadikan satu arah yang sama. Seperti halnya one way, contraflow diterapkan untuk meningkatkan kapasitas jalan sehingga dapat membantu mengurai kemacetan saat arus kendaraan meningkat, seperti pada periode mudik Lebaran. Risiko saat melintas di jalur contraflow Meski bertujuan untuk memperlancar lalu lintas, penggunaan contraflow tetap memiliki risiko bagi pengguna jalan. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengatakan pemudik sebaiknya memahami rekayasa lalu lintas tersebut agar dapat memanfaatkannya dengan aman. Jusri mengatakan, contraflow termasuk rekayasa lalu lintas yang cukup berisiko karena kendaraan melintas berdekatan dengan arus kendaraan dari arah berlawanan. Contraflow Tol Jagorawi, Jumat (30/05/2025) pukul 08.00 WIB "Rambu-rambu juga tidak terlihat, tempat istirahat juga di kanan. Lalu orang yang di jalur berlawanan, punya kondisi psikis yang kelelahan juga," ucap Jusri kepada Kompas.com, Minggu (8/3/2026). Ia menambahkan, pengendara yang berada di jalur contraflow juga memiliki ruang terbatas untuk menghindari bahaya. Hal tersebut karena di sisi kiri kendaraan biasanya terdapat pembatas jalan, sementara di sisi kanan terdapat kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Karena itu, pengemudi disarankan tetap menjaga kecepatan kendaraan, fokus pada kondisi jalan, serta menjaga jarak aman saat melintas di jalur contraflow. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang