Saat dua lajur jalan bertemu lalu menyempit menjadi satu, sering kali pengemudi saling berebut masuk lebih dulu. Kondisi ini kemudian membuat arus lalu lintas makin padat. Padahal, dalam tata cara berkendara ada metode yang bisa diterapkan agar arus kendaraan tetap mengalir lancar di jalur menyempit atau bottleneck, yaitu bernama zipper merge. Penerapan zipper merge terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram ai_insightid. Dalam video tersebut, para pengemudi masuk bergantian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. "Di China, para pengemudi secara konsisten menerapkan zipper merge dengan sangat rapi. Setiap kendaraan bergantian masuk tepat di titik penyempitan lajur, alih-alih memotong dari jauh atau saling menutup jalan," tulis penjelasan video, dikutip Minggu (4/1/2026). "Hasilnya adalah arus lalu lintas yang lebih lancar, lebih sedikit pengereman mendadak, dan kemacetan yang jauh berkurang," katanya. Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, zipper merge merupakan cara penggabungan arus lalu lintas ketika dua lajur menyempit dengan prinsip kendaraan dari masing-masing lajur masuk secara bergantian, seperti gigi resleting (zipper). "Teknik ini tujuannya adalah menyikapi bottleneck atau kemacetan pada jalur sempit. (1:07) Misalnya dari tiga jalur, dua jalur kemudian mengecil satu jalur," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026). bottle neck di kota bogor biang kemacetan Jusri mengatakan cara melakukan zipper merge cukup sederhana. Pengemudi tetap menggunakan kedua lajur hingga mendekati titik penyempitan. Setelah itu, kendaraan dari lajur kiri dan kanan masuk satu per satu secara bergantian. Pengemudi tidak saling menyerobot, melainkan saling memberi ruang. "Misalnya kita, dua jalur atau tiga jalur, A, B, C gitu ya. Kita sama-sama mendekati titik bottleneck. Jalur A, B, C mobil (masuk) 1, 2, 3, ini bergantian," kata Jusri. "Misalnya mobil 1 masuk duluan, emudian mobil 2 masuk selanjutnya. Mobil 3 masuk selanjutnya, dan an selanjutnya seperti itu," katanya. Antrean kendaraan yang menuju ke pintu masuk dan area parkir Mal Central Park menyebabkan kemacetan mengular di Jalan Letjen S Parman, Jumat (26/12/2025) sore "Aplikasinya itu gak usah duluan-duluan. Siapa yang duluan merapat dia yang duluan (masuk). Itu sama menyikapi di blind intersection, yaitu persimpangan yang tanpa ada rambu-rambu," kata Jusri. Jusri menerangkan bahwa tujuan penerapan zipper merge adalah untuk mengurangi kemacetan karena antrean kendaraan menjadi lebih pendek. Selain itu, metode ini juga membantu memaksimalkan kapasitas jalan dan membuat arus lalu lintas lebih rapi serta adil bagi semua pengguna jalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang