— Jalan menyempit kerap menjadi sumber kemacetan, terutama di kawasan perkotaan yang padat aktivitas. Kondisi ini bisa terjadi akibat perbaikan jalan, pekerjaan konstruksi, hingga perubahan jumlah lajur. Saat dua lajur harus menyatu menjadi satu, pengemudi sering saling berebut masuk lebih dulu, sehingga arus kendaraan tersendat. Dalam ilmu berkendara ada metode sederhana yang bisa membantu mengurai kepadatan di titik jalan menyempit, yakni zipper merge. Metode ini mengatur kendaraan dari dua lajur agar masuk secara bergantian, seperti gigi resleting, tepat di titik penyempitan jalan. Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menyebut zipper merge bukan sekadar teori, tetapi terbukti cukup efektif memperlancar lalu-lintas jika diterapkan dengan benar. “Kalau tidak salah yang pernah saya pelajari dulu itu sekitar 30-40 persen,” kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (4/1/2026). Namun, efektivitas tersebut sangat bergantung pada perilaku pengemudi di jalan. Menurut Jusri, kunci utama keberhasilan zipper merge adalah sikap saling memahami antar pengguna jalan. “Zipper merge ini landasannya dibangun oleh kesadaran dan empati yang tinggi,” katanya. Jusri menegaskan bahwa zipper merge bukan soal ada atau tidaknya aturan tertulis. Metode ini lebih menekankan pada etika berlalu lintas. Proyek galian PAM Jaya memakan sebagian Jalan Ciputat Raya menyempit, arus kendaraan terhambat, Selasa (19/8/2025) pagi. “Jadi, ini sebenarnya tidak ada aturannya. Tetapi ini soal etika, yang dibangun dari kesadaran berlalu lintas yang tinggi. Namun, ini belum menjadi kebiasaan, apalagi budaya, bagi pengguna jalan raya di Indonesia,” katanya. Meski belum membudaya, Jusri menilai zipper merge tetap relevan dan layak diterapkan di Indonesia, terutama di ruas jalan yang sering mengalami penyempitan. Menurutnya, manfaat metode ini sangat besar jika dijalankan dengan benar. “Zipper merge ini adalah teknik kelas satu untuk mengurangi kemacetan, mengurangi stres, dan mengurangi konflik. Konflik di sini termasuk insiden maupun kecelakaan. Semua itu dibangun dari kesadaran berlalu lintas yang tinggi,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang