BAIC menegaskan komitmennya untuk memperkuat produksi kendaraan di Indonesia dengan menargetkan kandungan lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada mobil-mobil yang akan dirakit di Tanah Air. Target tersebut penting agar model-model kendaraan listrik BAIC bisa mendapatkan berbagai insentif dari pemerintah sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan seluruh mobil listrik yang akan dipasarkan nantinya diarahkan untuk dirakit secara lokal di Indonesia. Pengujian singkat Arcfox T1 di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), Guangzhou, China, Senin (24/11/2025). Meski pada tahap awal masih ada beberapa unit yang masuk dalam bentuk impor utuh atau completely built up (CBU), perusahaan tetap menargetkan produksi lokal dengan kandungan komponen dalam negeri yang cukup tinggi. “Tentu, semua mobil listrik akan langsung kami rakit lokal. Meski ada beberapa unit yang dimasukkan secara CBU (Completely Built Up) terlebih dahulu, namun targetnya adalah rakit lokal dengan kandungan lokal (TKDN) 40 persen untuk mendapatkan insentif dari pemerintah,” ujar Dhani di Tangerang (5/3/2026). Salah satu model yang akan segera dirakit di dalam negeri adalah BAIC BJ30. Persiapan menuju produksi lokal bahkan sudah mulai dilakukan, termasuk pelatihan teknis buat SDM-nya. BAIC Internasional Kirimkan Tim Ahli untuk Sukseskan Perakitan Lokal BJ40 Plus di Indonesia “Untuk BJ30, kita sudah melakukan training. Informasi penting bahwa kita mendukung program pemerintah, segala produk kita akan dirakit secara lokal di Indonesia,” ucap Dhani. “Karena kemarin harga CBU yang kami umumkan sebenarnya sudah kami subsidi setara harga CKD, maka tidak akan ada perubahan harga untuk BJ30 saat nanti dirakit lokal,” kata dia. Dhani juga mengatakan, perakitan mobil BAIC akan dilakukan di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor yang berada di Purwakarta, Jawa Barat, dengan target produksi dimulai pada Juni 2026. BAIC X55 II. “Kami ingin menjadi lebih dari sekadar importir. Kami memiliki roadmap konten lokal. Tahap awal di 2025 baru BJ40 dengan local assembly, lalu masuk ke lokalisasi suku cadang,” ucapnya. Dalam peta jalan yang disiapkan perusahaan, proses lokalisasi akan dilakukan secara bertahap. Produksi lokal BAIC BJ30 akan dimulai pada Juni 2026, kemudian pada Agustus 2026 model BAIC BJ40 mulai menggunakan beberapa komponen lokal seperti ban, wiper, dan baterai. BAIC BJ40 Plus Selanjutnya pada September 2026, produksi mobil listrik Arcfox T1 akan dimulai dengan kandungan lokal langsung mencapai 40 persen. Sementara itu, model BAIC X1 yang diluncurkan pada September 2026 baru akan dirakit secara lokal pada Januari 2027 dengan kandungan lokal 40 persen agar dapat menikmati insentif pajak seperti PPN 0 persen dan PPnBM. Dengan strategi tersebut, BAIC berharap dapat memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal di industri otomotif. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang