Pasar mobil listrik di Indonesia diprediksi semakin ramai pada 2026. Salah satu pemain baru yang bersiap memperluas lini produknya adalah BAIC melalui peluncuran dua model listrik baru yang akan hadir tahun ini. Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan perusahaan telah menyiapkan dua model battery electric vehicles (BEV) yang akan diperkenalkan ke pasar nasional. “(Tahun ini) ada dua model baru, dua-duanya adalah battery electric vehicles (BEV),” ujar Dhani di Tangerang (5/3/2026). Menurutnya, model pertama akan diluncurkan pada bulan Juli saat pameran otomotif (GIIAS), namun kemungkinan satu bulan sebelumnya diperkirakan sudah bisa diperkenalkan ke media. “Mudah-mudahan ada media launch disusul dengan media test drive atau first drive, dan pengiriman ke konsumen dimulai saat GIIAS,” kata dia. Dhani juga mengatakan, model pertama yang akan hadir adalah Arcfox T1. Mobil listrik ini memiliki panjang sekitar 4,3 meter dengan jarak tempuh sekitar 420 Km dalam sekali pengisian daya. BAIC Indonesia memperluas jaringan dengan meresmikan diler ketiga yang berlokasi di Surabaya. “Mobil ini akan bersaing dengan BYD Dolphin dan Cloud EV di rentang harga Rp 350 juta sampai Rp 420 juta, atau sekitar Rp 360 jutaan,” ucap Dhani. Dengan posisi tersebut, Arcfox T1 akan masuk ke segmen mobil listrik yang saat ini sudah dihuni sejumlah model populer seperti BYD Dolphin dan Wuling Cloud EV. Selain itu, BAIC juga menyiapkan model kedua yang diproyeksikan menjadi tulang punggung penjualan perusahaan di Indonesia, yakni BAIC X1 EV. Pengunjung memadati ruang pamer mobil di ajang pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025). GAIKINDO selaku penyelenggara pameran menargetkan capaian transaksi penjualan di GIIAS 2025 lebih dari Rp20 triliun, target tersebut berdasarkan pencapaian tahun lalu yang menembus angka Rp20 triliun. “Model kedua adalah BAIC X1 EV yang akan menjadi volume maker kami,” kata Dhani. Rencananya, BAIC memposisikan model tersebut secara kompetitif dengan Wuling Air EV dan BYD Atto 1, yaitu di angka Rp 200 jutaan. “Panjangnya kurang lebih 4 meter (3,99 meter) dengan jarak tempuh antara 380-400 km,” ujar dia. Dhani menambahkan bahwa kedua model listrik tersebut akan diproduksi secara lokal di Indonesia untuk memanfaatkan berbagai insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Booth BAIC yang menampilkan BJ40 Plus di GJAW 2024 “Tentu, semua mobil listrik akan langsung kami rakit lokal. Meski ada beberapa unit yang dimasukkan secara CBU terlebih dahulu, namun targetnya adalah rakit lokal dengan kandungan lokal (TKDN) 40 persen untuk mendapatkan insentif dari pemerintah,” ucapnya. Dengan strategi menghadirkan dua model listrik sekaligus serta rencana produksi lokal, BAIC menargetkan bisa memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia yang semakin kompetitif. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang