BAIC Indonesia menilai wilayah penyangga DKI Jakarta, seperti Bekasi dan sekitarnya, memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan. Potensi tersebut didukung oleh tingginya minat masyarakat terhadap merek baru yang menawarkan karakter serta teknologi menarik, serta tingkat mobilitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan warga yang tinggal di Ibu Kota. “Terbukti dari total penjualan kami pada 2025, di mana pasar Jabodetabek menyumbang sekitar 60 persen,” ujar Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhani Yahya, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Diler BAIC di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat Sepanjang 2025, BAIC Indonesia mencatatkan penjualan sebanyak 676 unit. Memasuki 2026, perusahaan menargetkan lonjakan penjualan yang signifikan, yakni mencapai 2.000 unit. “Target kami di 2026 sekitar 2.000 unit,” kata Dhani. Ia menambahkan, keberadaan diler di Bekasi diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap penjualan tahunan. Dengan jajaran model yang saat ini dipasarkan, satu diler diproyeksikan mampu menyumbang lebih dari 200 unit per tahun. “Dengan model yang ada sekarang, satu diler bisa menyumbang di atas 200 unit per tahun. Jika nanti ada produk baru, tentu potensinya akan lebih besar,” ujar Dhani. Test drive BAIC BJ30 Hybrid Meski demikian, BAIC Indonesia mengakui bahwa jaringan diler di wilayah Jakarta masih perlu diperluas guna mengoptimalkan penetrasi pasar. “Di Jakarta kota, jaringan diler kami masih sangat terbatas. Ini menjadi fokus pengembangan kami ke depan,” tutup Dhani KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang