Pemerintah menyebutkan sudah menyiapkan insentif tahun depan untuk sektor otomotif. Menurut BAIC Indonesia, insentif PPN lebih efektif untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan. Target yang sudah ditetapkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tidak pernah tercapai selama beberapa tahun belakangan ini. Meski pemerintah sudah memberikan sinyal akan adanya insentif baru, hingga kini belum dijelaskan secara rinci bentuk dan skema pemberlakuannya. Namun, pelaku industri berharap kebijakan yang diterapkan bisa langsung dirasakan konsumen agar dapat meningkatkan angka pembelian kendaraan. Referensi modifikasi BAIC BJ30 Hybrid di GJAW 2025 COO BAIC Indonesia Dhani Yahya, mengatakan, insentif PPN akan bisa mendorong daya beli masyarakat. Sebab, dengan adanya insentif tersebut, masyarakat baru akan tergerak untuk melakukan pembelian. "Saya harapkan mungkin akan ada insentif PPN. Sebab, kita tahu bahwa untuk di otomotif, kita sebagai pemainnya, kita sudah melakukan berbagai cara," ujar Dhani, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, belum lama ini. Dhani menambahkan, untuk Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), barang yang dijual atau tidak dijual, jika sudah diproduksi di Indonesia, maka tetap dibayar. BAIC hadir di GIIAS Semarang 2025 "Tapi, yang bakal dibayarkan kalau konsumen membeli, itu baru PPN. Jadi, saya rasa kalau PPN ini diberikan insentif, sehingga bisa balik lagi ke (penjualan) 1 juta unit (per tahun)," kata Dhani. Selain mendorong insentif PPN, Dhani juga menilai pemerintah bisa meniru kebijakan negara tetangga, seperti Singapura, yang menerapkan sistem pembayaran pajak impor kendaraan berdasarkan penjualan, bukan sejak kendaraan masuk ke negara tujuan. BAIC BJ30 Hybrid di GJAW 2025 "Seperti di Singapura, pajak itu tidak dibayarkan pada saat impor, baik impor kendaraan CKD, maupun CBU. Tapi, dibayarkan pada saat mobil tersebut sudah ter-delivery," ujarnya. "Jadi, mobil yang ada di diler, kalau di Singapura, itu belum dibayarkan pajak impornya, pajak kendaraannya. Begitu terjual, baru semua dibayarkan," kata Dhani. Menurut Dhani, jika insentif PPN diberikan, maka daya beli masyarakat akan meningkat. Sehingga, target penjualan 1 juta unit pun bisa tercapai. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang