Wacana mobil nasional kembali menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target besar pemerintah untuk menghadirkan mobil nasional dalam waktu tiga tahun ke depan. “Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Oktober lalu. Momentum kebijakan tersebut membuka peluang besar bagi produsen yang memiliki kemampuan produksi lokal dan kesiapan platform, termasuk BAIC Indonesia. BAIC BJ40 Plus di IIMS 2025 Melalui model SUV bergaya klasiknya, BAIC BJ40, perusahaan menyampaikan kesiapan untuk berpartisipasi dalam proyek mobil nasional. Bahkan, mereka menilai model ini sebagai kandidat kuat berkat fleksibilitas platform dan tingkat lokalisasi yang terus meningkat. “Tentu dengan senang hati kami ingin berpartisipasi. Apalagi sekarang BJ40 sudah perakitan lokal, dan saya rasa memiliki keunikan untuk masyarakat Indonesia,” ujar Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia di Bandung, Kamis (4/12/2025). BAIC Internasional Kirimkan Tim Ahli untuk Sukseskan Perakitan Lokal BJ40 Plus di Indonesia “Jadi mobil (nasional) ini mungkin bisa didesain dengan platform dari BJ40 ini. Nanti branding-nya bisa dengan brand lokal di sini,” kata dia. Selain itu, BAIC Indonesia telah menjalankan program peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen. Langkah berikutnya adalah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk kawasan Asia Tenggara, sehingga unit CKD dapat diekspor ke negara-negara ASEAN lainnya. BAIC BJ40 Plus BJ40 dinilai memiliki basis teknis yang fleksibel dan mampu dikembangkan menjadi berbagai model untuk beragam kebutuhan, mulai dari kendaraan sipil hingga operasional lembaga negara. Struktur ladder frame dan kemampuan off-road membuatnya mudah disesuaikan untuk penggunaan berat. “BJ40 sudah dipakai militer dan beberapa lembaga resmi. Sebelum dijadikan rantis, mobil ini diuji dua bulan. Unit juga dipakai untuk mining, fleet pemerintah, hingga pengawalan,” ucap Dhani. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang