Kementerian Perhubungan mengapresiasi inisiatif perusahaan swasta yang menggelar program mudik gratis bagi masyarakat, khususnya bagi pemudik sepeda motor. Program ini biasanya memfasilitasi pemudik berangkat menggunakan bus, sementara sepeda motornya diangkut menggunakan truk. Langkah tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan keselamatan perjalanan saat arus mudik Lebaran, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan sepeda motor di jalur jarak jauh. AHM mengirim 1.112 sepeda motor Honda dengan 28 truk pengangkut sepeda motor dari Bhanda Ghara Reksa, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/3/2025). Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho mengatakan, pemerintah mendukung berbagai program kolaboratif yang bertujuan meningkatkan keselamatan transportasi jalan. “Kita mendukung peningkatan realisasi keselamatan angkutan jalan. Tentunya ini bisa menjadi role model atau contoh yang bisa diikuti oleh pihak swasta lainnya untuk bekerja sama dalam mewujudkan keselamatan angkutan jalan,” kata Yusuf di Jakarta, yang dimintai keterangan akhir pekan lalu. Menurut dia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat, menjadi faktor penting. "Jadi, pemerintah dalam hal ini memang tidak bisa bekerja sendiri. Tentunya harus mendapatkan dukungan, baik dari masyarakat maupun dari pihak swasta," kata Yusuf saat pelepasan Mudik Balik Bareng Honda 2026. Mudik bareng Honda, ada persyaratan khusus yang mudah dipenuhi. Selain meningkatkan keselamatan, Yusuf mengatakan, program mudik gratis juga dapat membantu mengatur distribusi arus kendaraan selama periode angkutan lebaran. "Dalam pelaksanaan mudik gratis, hal ini juga harus dikolaborasikan dan tetap terintegrasi datanya, sehingga pelaksanaannya nanti bisa dijadikan sebagai validasi bersama atas pelaksanaan mudik bersama ataupun balik bersama di periode angkutan lebaran," katanya. "Hal tersebut tentunya berdampak bukan sekadar sebagai langkah untuk menekan kecelakaan, tetapi juga pada distribusi lalu lintas itu sendiri, sehingga kelancarannya bisa terjaga dengan baik," ungkapnya. "Artinya, kalau dari awal distribusinya diatur dan pemberangkatannya diatur, maka akan mengurangi kepadatan di waktu-waktu tertentu,” ujar Yusuf. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang