Selain perangkat pemadam api untuk kendaraan listrik, PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) juga menghadirkan solusi mitigasi proaktif bagi fasilitas industri berisiko tinggi. Salah satunya dengan meningkatkan standar keselamatan fasilitas penyimpanan baterai milik PT Carsurin Tbk, perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), melalui aplikasi pelapis proteksi kebakaran baterai Altex Alpha Tech Shield. Pelapis tersebut diaplikasikan pada ruang penyimpanan baterai di laboratorium dan fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) milik Carsurin. Fungsinya untuk menekan risiko kebakaran yang dapat terjadi, baik di lingkungan pengujian maupun penyimpanan baterai. Willy Hadiwijaya, CEO PT FAST, mengatakan solusi keselamatan kebakaran yang bersifat preventif sangat penting diterapkan, terutama pada fasilitas yang menangani baterai litium. Pelapis proteksi kebakaran di ruang penyimpanan baterai EV “Mitigasi preventif adalah hal yang esensial. Ketika insiden kebakaran terjadi, setiap detik sangat berarti. Melalui ALTEX, kami ingin memberikan tambahan waktu respons yang berharga bagi para mitra untuk melindungi keselamatan jiwa, aset, dan keberlangsungan operasional,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026). Pelapis proteksi yang dikembangkan FAST menggunakan teknologi thermafrost, yang dirancang untuk mengendalikan dan menekan penyebaran api sejak dari sumbernya. Altex bekerja dengan membentuk lapisan pelindung yang secara signifikan mengurangi intensitas nyala api serta memperlambat proses pembakaran. Willy mengklaim, pelapis tersebut mampu bertahan pada suhu ekstrem hingga 1.600 derajat Celsius serta memberikan tambahan waktu perlindungan hingga tiga jam dalam kondisi kebakaran. Selain itu, dengan formula berbasis air yang tidak beracun, proses aplikasinya dinilai lebih aman tanpa mengurangi performa ketahanan terhadap api. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang