Kasus baterai sepeda motor listrik yang meledak saat proses pengisian daya masih menjadi kekhawatiran pengguna. Apalagi jika kendaraan dicas di dalam rumah, api bisa cepat merambat dan membakar barang di sekitarnya. Punggawa Tics EV, bengkel spesialis motor listrik di Depok, Ferry S Budiyanto, menyarankan agar proses pengecasan dilakukan di luar ruangan. Hal ini untuk mengurangi risiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan. “Itu kan yang ditakutkan saat parkir di rumah. Tipsnya, kalau punya kendaraan listrik, saat charging, usahakan di luar ruangan,” kata Ferry kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026). Indikator pada baterai motor listrik Menurut dia, jika memiliki garasi terpisah, lokasi tersebut bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan di dalam rumah. Dengan begitu, apabila terjadi insiden, dampaknya tidak langsung merembet ke area hunian. “Jadi amit-amit ada apa-apa, dia hanya di garasi saja,” ujarnya. Ferry juga menekankan, baterai sebaiknya tetap berada di luar saat pengisian daya, terutama untuk model yang bisa dilepas. Sebab, ketika baterai mengalami kondisi eksplosif, penanganannya tidak bisa menggunakan alat pemadam api ringan biasa. “Kalau sudah eksplosif, dia nggak bisa disemprot pakai APAR biasa apalagi pakai air,” kata Ferry. Terkait penggunaan kabel sambungan, Ferry menyebut masih diperbolehkan selama kualitasnya baik. Ia menyarankan untuk tidak menggunakan kabel serabut demi menjaga kestabilan arus listrik. Selain itu, jika motor listrik ditinggal dalam waktu lama saat dicas dan baterainya tidak bisa dilepas, ada langkah tambahan yang bisa dilakukan. Ferry menyarankan untuk mematikan MCB sebagai tindakan pencegahan. “Sama, kalau misalnya mau ditinggal lama, kalau baterainya nggak bisa dicabut, itu MCB kalau bisa dimatikan,” ucap dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang